JAKARTA, Fokusborneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat digitalisasi tata kelola kearsipan melalui penerapan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) Versi 3. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang lebih tertib, aman, dan terintegrasi di seluruh perangkat daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pembinaan Pengelolaan Arsip Dinamis berbasis SRIKANDI Versi 3 bekerja sama dengan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026, di Hotel MAIA Jakarta.
Bimtek tersebut dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., yang mewakili Bupati Bulungan, Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., Asisten Administrasi Umum Setda Bulungan Adi Irawan Moh. Saan, M.Si., serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan Nurdiana, S.Kom., M.A.P.
Dalam sambutan Bupati Bulungan yang dibacakan Kilat, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat komitmen dalam mengelola arsip secara profesional. Pengelolaan arsip tidak sekadar menjadi urusan administrasi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga akuntabilitas dan mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan.
Para peserta juga diminta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengoperasikan SRIKANDI Versi 3. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di masing-masing unit kerja sehingga penataan arsip menjadi lebih sistematis dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Pemkab Bulungan turut menekankan perlunya pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan agar penerapan sistem kearsipan digital tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar berjalan dalam aktivitas administrasi pemerintahan sehari-hari.
Sekretaris Daerah Bulungan Risdianto menegaskan, pengelolaan arsip harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah. Menurutnya, pengalaman kebakaran yang pernah terjadi di Kantor Bupati Bulungan menjadi pengingat pentingnya perlindungan dan penyelamatan dokumen pemerintahan.
Arsip dinamis maupun statis memiliki nilai penting bagi keberlangsungan administrasi dan penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap instansi perlu memastikan dokumen dikelola dengan baik serta didukung sistem penyimpanan dan pengamanan yang memadai.
Percepatan digitalisasi melalui SRIKANDI diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan arsip sekaligus meningkatkan efisiensi kerja birokrasi. Meski demikian, penerapan sistem digital tetap perlu diiringi tata kelola, pengawasan, dan langkah pengamanan data yang baik.
Risdianto juga berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para arsiparis di lingkungan Pemkab Bulungan untuk memperkuat koordinasi dan berbagi pengalaman dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kearsipan.
Melalui kerja sama dengan Poliban, Pemkab Bulungan menargetkan penerapan SRIKANDI Versi 3 semakin optimal di seluruh perangkat daerah. Langkah ini diharapkan mendukung terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) serta tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.















Discussion about this post