Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Derap Nusantara · 10 Sep 2022 20:42 WITA ·

Pertemuan menteri bidang kebudayaan G20 bahas lima isu utama


Ilustrasi - Penampilan Tari Dayakan pada pembukaan Festival Indonesia Bertutur 2022 di Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/9/2022). ANTARA/Heru Suyitno/aa. Perbesar

Ilustrasi - Penampilan Tari Dayakan pada pembukaan Festival Indonesia Bertutur 2022 di Taman Lumbini kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (7/9/2022). ANTARA/Heru Suyitno/aa.

Jakarta, (ANTARA) – Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Menteri-Menteri Bidang Kebudayaan negara anggota G20 di tahun 2022 yang mengusung tema “Recover Together Recover Stronger” dan membahas lima isu utama.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, disebutkan salah satu dari lima isu utama itu adalah peran budaya sebagai pendorong kehidupan berkelanjutan.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM) Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra menjelaskan bahwa Indonesia mengangkat isu tersebut pada G20 karena kebudayaan menjadi sangat penting untuk kehidupan yang berkelanjutan. Selain itu, setelah hampir tiga tahun dunia mengalami pandemi COVID-19, kearifan lokal dan budaya selaras bersanding untuk dapat mengatasinya.

width"450"

“Dunia ini memang perlu kebudayaan untuk hidup berkelanjutan. Dengan bersanding bersama alam dan menjaga kearifan lokal, menjaga budaya, maka nantinya dunia akan tetap terjaga,” kata Ahmad.

Dalam rangkaian G20, Kemendikbudristek menggelar festival Indonesia Bertutur sebagai sarana untuk menjaga budaya berkelanjutan dan cagar budaya sebagai ilmu pengetahuan.

“Kita ingin melalui Indonesia Bertutur dapat menjaga kelangsungan warisan budaya sendiri serta memperbaiki situasi dunia saat ini dengan cara kebudayaan,” tutur Mahendra.

Indonesia Bertutur merupakan kolaborasi dari 900 pelaku budaya dan akan menghasilkan 119 karya dalam bentuk pameran, festival seni, orkestra, ruwatan bumi, dan sebagainya.

Menurut Direktur PMM, ruwatan bumi menjadi bagian yang sangat penting karena tidak hanya melibatkan masyarakat adat di sekitar Candi Borobudur tetapi semua masyarakat adat di seluruh Indonesia.

Senada dengan itu, Koordinator G20 Bidang Kebudayaan Tahun 2022, Ananto Kusuma Seta menyampaikan bahwa G20 bukan sekedar perhelatan Menteri Kebudayaan dari dua puluh negara.

“Ada misi budaya dan melalui pertunjukan dalam rangkaian G20, Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah negara yang kaya akan budaya,” ujar Ananto.

Melalui pertunjukan berbagai seni budaya, lanjut Ananto, diharapkan dapat mendorong negara-negara peserta G20 untuk kembali ke tradisi mulia yang diajarkan oleh nenek moyang yang telah teruji ratusan bahkan ribuan tahun lalu.

“Inilah yang akan kita jadikan topik dalam G20 kali ini, yaitu budaya untuk hidup berkelanjutan (culture for sustainable living),” imbuh Ananto.

Selanjutnya, Koordinator Umum Indonesiana TV, Heni Wiradimaja turut mendukung rangkaian G20 bidang kebudayaan. Melalui Indonesiana TV masyarakat bisa menyaksikan beragam pertunjukan dan rangkaian acara G20.

“Kami sudah mulai menayangkan sejak tanggal 6 September lalu, setiap pukul 18.00-22.00 WIB, mulai dari proses latihan dalam Indonesia Bertutur serta menyuguhkan Candi Borobudur sebagai lokasi penyelenggaraan acara,” ujar Heni.

Pewarta : Indriani
Editor : Budi Santoso

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kepala Balai : Bahasa Indonesia masih “terjajah” di ruang publik

28 Desember 2022 - 16:50 WITA

Luhut tegaskan pentingnya teknologi kelola sumber daya air

28 Desember 2022 - 16:40 WITA

Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2022

28 Desember 2022 - 16:30 WITA

Mempertahankan surplus dagang pada 2023

28 Desember 2022 - 16:21 WITA

Pemkab Biak Numfor perkuat kebutuhan pangan lokal pada 2023

11 Desember 2022 - 16:34 WITA

Warna baru pendidikan tinggi berkat Merdeka Belajar Kampus Merdeka

1 Desember 2022 - 16:41 WITA

Trending di Derap Nusantara
error: Alert: Content is protected !!