• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Dorong Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kutai Kartanegara

by Redaksi
26 Desember 2025 15:25
in Ekonomi, Energi
A A

Perwakilan PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field bersama kelompok masyarakat mitra menunjukkan hasil pengelolaan pertanian dan peternakan dalam program inovasi sosial PELITA BUWANA di Desa Tanah Datar, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan berbasis sistem sirkular

KUTAI KARTANEGARA, Fokusborneo.com  – PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field memperkenalkan inovasi sosial PELITA BUWANA, kependekan dari Pengelolaan Limbah Terintegrasi untuk Budidaya Pertanian Regeneratif dan Wujudkan Ketahanan Pangan. Inovasi tersebut merupakan bagian dari program CSR Perusahaan, yakni ECO-STEP Semberah, sebagai upaya terintegrasi dalam menjawab tantangan kerusakan lahan pertanian, ketergantungan pupuk kimia, risiko kebakaran hutan dan banjir, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasi PEP Sangatta Field di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kebaruan inovasi sosial PELITA BUWANA menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, antara lain penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp37,5 juta per tahun, penghematan pestisida sebesar Rp18 juta per tahun, serta penghematan media tanam hidroponik sebesar Rp1,5 juta per tahun.

Baca Juga

Ekspor Perdana! Komoditas Perikanan Kaltara Langsung Menuju Pasar Luar Negeri 

PLN Mulai Survei Jalur Transmisi Tanjung Redeb–PLTG Kaltim/Kaltara

Momentum Hari Buruh, PLN UID Kaltimra Apresiasi Dedikasi Penjaga Terang di Kaltim-Kaltara

Tingkatkan Keandalan Fasilitas Hulu Migas, Produksi Lapangan Handil PT Pertamina Hulu Mahakam Naik

Dharma Saputra, selaku Head of Communication Relations & CID Zona 9 yang menaungi PEP Sangatta Field menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk inovasi sosial yang berhasil menciptakan nilai manfaat yang bisa dinikmati bersama. “Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Inovasi sosial kami salah satunya adalah PELITA BUWANA dalam ECO-STEP diharapkan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama atau creating shared value dalam aspek ekonomi, sosial, lingkungan secara terintegrasi,” ujarnya.

Program PELITA BUWANA dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan yang menyebabkan tanah menjadi asam, menurunnya kesuburan dan produktivitas lahan, meningkatnya resistensi hama, tingginya biaya produksi, hingga praktik pembakaran lahan untuk pembukaan area pertanian baru yang memperbesar risiko bencana. Inovasi sosial ini turut mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sesuai amanat Asta Cita melalui pengembangan metode pertanian yang berkelanjutan.

PELITA BUWANA berbasis sistem sirkular dengan rantai nilai yang saling terhubung antar-subunit program. Implementasinya melibatkan beberapa kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Tani Wira Karya yang bergerak di pertanian semiorganik, hidroponik, serta pengelolaan depot energi; Kelompok Ternak Idaman yang mengembangkan peternakan ayam pedaging; serta Kelompok Wanita Tani Berseri yang mengelola budidaya jamur tiram. Ketiga subunit itu terhubung dalam satu skema inovasi terpadu yang memanfaatkan limbah sebagai sumber daya baru.

Dalam skema sirkular tersebut, limbah baglog dari budidaya jamur tiram dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak ayam pedaging. Depot energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berperan mengolah limbah sawit dan kayu menjadi media tanam jamur dan hidroponik, sekaligus menghidupkan pompa sistem hidroponik. Depot energi ini juga mendukung pertanian semiorganik melalui penyediaan listrik untuk sistem pengairan terpadu dan produksi pestisida nabati berbahan asap cair. Sebaliknya, sektor pertanian semiorganik memperoleh pupuk kandang dari peternakan ayam pedaging untuk diolah menjadi pupuk organik cair, sehingga seluruh proses membentuk ekosistem pertanian regeneratif yang berkelanjutan.

Program ini secara khusus dirancang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan. Sebanyak 12 rumah tangga fakir miskin dilibatkan dalam kegiatan pertanian. Empat lansia berperan dalam pengelolaan sektor hulu hingga hilir pertanian hortikultura dan peternakan ayam pedaging, serta 13 perempuan rawan sosial ekonomi terlibat aktif dalam pertanian hortikultura dan budidaya jamur tiram. Selain itu, sebanyak 160 kepala keluarga di wilayah rawan bencana merasakan manfaat berupa menurunnya potensi kebakaran hutan dan lahan. Secara keseluruhan, program ini menjangkau 30 penerima manfaat langsung dan 620 penerima manfaat tidak langsung.

Melalui PELITA BUWANA, perubahan sistemik juga tercipta di berbagai aspek. Dari sisi intelektual, kelompok telah memiliki legalitas usaha berupa NIB, PIRT, sertifikat halal, dan sertifikat PATEN. Secara individual, masyarakat memiliki kapasitas mengolah limbah pertanian, peternakan, dan limbah sawit menjadi pupuk organik serta pestisida nabati. Dari aspek sosial, kelompok berkembang menjadi pusat pembelajaran melalui learning center pertanian. Secara kultural, dua tradisi lokal, Mapulus dan Tasyukuran Tanam Panen, tetap dilestarikan sebagai bagian dari aktivitas pertanian. Dari sisi lingkungan dan infrastruktur, masyarakat kini mampu mengolah sekitar lima ton limbah per tahun serta 2,4 ton limbah sawit dan kayu, didukung oleh keberadaan PLTS, alat asap cair, alat pengering, rumah budidaya jamur tiram, dan instalasi hidroponik.

Program ini juga dirancang berkelanjutan melalui regenerasi kepemimpinan lokal dengan hadirnya Bapak Choirul Munasikin atau Pak Ahmad, petani hortikultura dengan pengalaman lebih dari 20 tahun yang kini menjadi Ketua Kelompok ECO-STEP. Inovasi ini lahir dari kolaborasi antara Perusahaan dan masyarakat, termasuk peran aktif perempuan seperti Mardiyah dan anggota lainnya dalam penguatan kelompok.

Secara keseluruhan, capaian kompas keberlanjutan (sustainability compass) menunjukkan penurunan biaya kebutuhan pertanian hingga Rp57 juta per tahun, peningkatan pendapatan anggota rata-rata Rp250 ribu per orang per bulan, terbukanya lapangan kerja baru di sektor pertanian dan peternakan, serta terbentuknya pusat berbagi pengetahuan bagi masyarakat Desa Tanah Datar. Dari aspek lingkungan, program ini mampu mengolah 31 ton limbah organik dan 120 kilogram limbah anorganik per tahun. Dari sisi kesejahteraan, 43,3 persen penerima manfaat langsung merupakan perempuan, mencerminkan komitmen PEP Sangatta Field dalam menghadirkan inovasi sosial yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan.

PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dinakhodai oleh PT Pertamina Hulu Indonesia. Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PEP Sangatta Field menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif di bidang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, Infrastruktur, dan Tanggap Bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). PHI berkantor pusat di Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang PHI-Regional 3 Kalimantan tersedia di https://phi.pertamina.com.

Tags: CSR PertaminaECO-STEP SemberahInovasi SosialKalimantan TimurKetahanan PanganKutai KartanegaraPELITA BUWANAPengelolaan Limbah TerintegrasiPEP Sangatta FieldPertamina EPPertanian BerkelanjutanPertanian RegeneratifSDGs

Berita Lainnya

Ekonomi

Ekspor Perdana! Komoditas Perikanan Kaltara Langsung Menuju Pasar Luar Negeri 

8 Mei 2026 15:40
Daerah

PLN Mulai Survei Jalur Transmisi Tanjung Redeb–PLTG Kaltim/Kaltara

8 Mei 2026 13:05
Momentum Hari Buruh, PLN UID Kaltimra Apresiasi Dedikasi Penjaga Terang di Kaltim-Kaltara
Ekonomi

Momentum Hari Buruh, PLN UID Kaltimra Apresiasi Dedikasi Penjaga Terang di Kaltim-Kaltara

8 Mei 2026 12:16
Energi

Tingkatkan Keandalan Fasilitas Hulu Migas, Produksi Lapangan Handil PT Pertamina Hulu Mahakam Naik

7 Mei 2026 20:19
Lebih Efisien dan Akuntabel, PLN Modernisasi Perizinan Lewat Integrasi Digital OSS
Daerah

Lebih Efisien dan Akuntabel, PLN Modernisasi Perizinan Lewat Integrasi Digital OSS

7 Mei 2026 19:13
Ekonomi

Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026

7 Mei 2026 16:34
Next Post
Dari Samboja untuk Generasi Sehat, Rumah Bahagia PEP Sangasanga Field Hadir Tekan Stunting

Brimob Polda Kaltim Pastikan Situasi Aman Usai Penanganan ODGJ di Balikpapan

Debit Air Stabil, PTMB Balikpapan Siap Perluas Layanan Sambungan Baru

Debit Air Stabil, PTMB Balikpapan Siap Perluas Layanan Sambungan Baru

Pastikan Keamanan Libur Natal, Personel Gabungan Amankan Pelabuhan Pulau Bunyu

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • DKP Kaltara Resmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Tengkayu II, Dorong Ekonomi dan Gizi Masyarakat

    DKP Kaltara Resmikan Pasar Ikan Higienis di Pelabuhan Tengkayu II, Dorong Ekonomi dan Gizi Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Gigih Mohamad Nur Utomo, Dobrak Barikade Status PPPK Jadi Guru Besar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Alihkan Pekerja Kebersihan ke Pihak Ketiga, Baharudin: Kebijakan Prematur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • O2SN 2026 Kota Tarakan Resmi Dibuka, 350 Siswa Bersaing dalam 6 Cabang Olahraga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tindak Lanjuti Aspirasi Warga Soal Rute Tarakan-Surabaya, Supa’ad Hadianto Temui Kacab Pelni Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Ekspor Perdana! Komoditas Perikanan Kaltara Langsung Menuju Pasar Luar Negeri 

8 Mei 2026 15:40

PLN Mulai Survei Jalur Transmisi Tanjung Redeb–PLTG Kaltim/Kaltara

8 Mei 2026 13:05
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP