TARAKAN – Mengawali tahun 2026, Kota Tarakan mencatatkan tren ekonomi yang positif dengan mengalami deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month (m-to-m). Kondisi ini berbalik dari bulan Desember 2025 yang sebelumnya sempat mengalami inflasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan, Umar Riyadi, dalam laporan resminya, mengungkapkan bahwa penurunan harga pada kelompok transportasi menjadi faktor utama peredam laju inflasi di Bumi Paguntaka.
Berdasarkan data BPS, Angkutan Udara menjadi komoditas paling dominan yang memberikan andil deflasi sebesar 0,32 persen. Namun di sisi lain, harga Emas Perhiasan masih menunjukkan tren penguatan dengan memberikan andil inflasi sebesar 0,26 persen.
“Sinergi dan kolaborasi perlu berjalan berpadu, tuk buahkan inflasi Kota Tarakan yang terkendali,” ujar Umar Riyadi melalui release resminya, Selasa (3/2/2026).
Meskipun secara bulanan terjadi deflasi, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Tarakan tercatat berada di angka 4,31 persen. Angka ini terpantau berada di luar rentang target sasaran (2,5% ± 1).
Umar Riyadi menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh fenomena low base effect. Pada Januari 2025 lalu, terdapat kebijakan diskon tarif listrik dari pemerintah yang menyebabkan deflasi dalam sebesar 1,87 persen. Hilangnya efek diskon tersebut saat ini membuat perbandingan angka tahunan tampak lebih tinggi secara statistik.
“Pada bulan Januari 2026, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dominan memberikan andil/sumbangan inflasi _month to month_ yakni sebesar 0,26 persen, diikuti Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya; Kelompok Pendidikan; dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran masing-masing sebesar 0,01 persen,” urainya.
Sementara Kelompok Transportasi dominan meredam lonjakan inflasi dengan andil/sumbangan deflasi _month to month_ yakni sebesar 0,23 persen bersama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,18 persen, diikuti Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan; dan Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga, masing-masing sebesar 0,02 persen dan 0,01 persen.
10 komoditas dominan memberikan andil/sumbangan inflasi month to month pada Januari 2026 (%) meliputi:
– Emas Perhiasan (0,2643)
– Sepeda Motor (0,0539)
– Angkutan Laut (0,0289)
– Tomat (0,0179)
– Bimbingan Belajar (0,014)
– Sewa Rumah (0,0098)
– Telur Ayam Ras (0,008)
– Gado-gado (0,0077)
– Bayam (0,0074)
– Mobil (0,0071)
10 komoditas memberikan andil/sumbangan dominan deflasi month to month bulan Januari 2026 (%), antara lain:
– Angkutan Udara (-0,3172)
– Cabai Rawit (-0,0436)
– Daging Ayam Ras(-0,0435)
– Bawang Merah (-0,0348)
– Ikan Bandeng (-0,0282)
– Jagung Manis (-0,0202)
– Ikan Kembung (-0,0196)
– Televisi Berwarna (-0,0182)
– Kangkung (-0,0133)
– Cabai Merah (-0,0112)
Angka Inflasi Januari 2026 (%)
Kota Tarakan
Inflasi m-to-m = -0,15
Inflasi y-to-d = -0.15
Inflasi y-on-y = 4,31
Provinsi Kaltara
Inflasi m-to-m = 0,10
Inflasi y-to-d = 0,10
Inflasi y-on-y = 4,08
Nasional
Inflasi m-to-m = -0,15
Inflasi y-to-d = -0,15
Inflasi y-on-y = 3,55















Discussion about this post