TARAKAN, Fokusborneo.com – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi meluncurkan Road to Kashafa (Kaltara Sharia Festival) 2026 di Gita Jalatama Foodcourt, Minggu (1/3/26).
Gelaran ini bukan sekadar bazar musiman, melainkan instrumen strategis BI untuk mengakselerasi ekosistem halal dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Hasiando Ginsar Manik, menegaskan Kashafa 2026 mengusung target transaksi yang lebih menantang. BI mematok angka penjualan UMKM sebesar Rp3 miliar pada puncak acara di April mendatang, naik signifikan dari capaian tahun lalu yang berada di angka Rp2,6 miliar.
”Kami tidak hanya bicara tentang keramaian sesaat. Target Rp3 miliar ini adalah indikator bahwa produk UMKM syariah kita semakin diterima dan diminati pasar. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi lokal,” ujar Hasiando.
Dalam paparannya, Hasiando mengungkapkan data krusial mengenai masa depan ekonomi syariah di provinsi termuda Indonesia ini.
Berdasarkan analisis Bank Indonesia, potensi ekonomi syariah Kaltara menunjukkan tren positif. Tahun 2023 Rp2,43 Triliun dan di tahun 2028 proyeksi Rp3,36 Triliun.
”Angka Rp3,36 triliun di tahun 2028 adalah visi yang realistis. Saat ini, ekonomi syariah nasional tumbuh 6,21%, melampaui pertumbuhan ekonomi umum di periode sebelumnya. Kaltara harus mengambil porsi besar dari pertumbuhan tersebut,” tambahnya.
Hasiando menekankan Indonesia saat ini menempati posisi tiga besar dunia dalam potensi ekonomi syariah. Melalui Kashafa, BI ingin memastikan pelaku usaha di Kaltara bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi pemain kunci di pasar halal.
Ketua Panitia, Syamsi Sarman, menjelaskan bahwa pengelolaan 36 UMKM dalam 25 tenda di lokasi acara dirancang untuk efisiensi ekonomi.
”Tujuan kami adalah keuntungan maksimal bagi pelaku usaha. Dengan sistem satu produk satu tenda, kita meminimalisir persaingan internal yang tidak sehat di area festival. Semua ini didukung dengan transaksi digital (QRIS) agar setiap rupiah yang berputar terdata dan akurat,” jelas Syamsi.
Road to Kashafa akan berlangsung hingga 15 Maret sebagai fase pemanasan, mencakup sertifikasi halal dengan menggelar pelatihan bagi UMKM untuk memenuhi standar global.
Berikutnya, jajian literasi menghadirkan Ustaz Hanan Attaki untuk memperkuat pemahaman ekonomi berbasis syariah. Dan puncak Kashafa bulan April 2026 Minggu keempat akan menjadi perayaan dengan target transaksi terbesar.
BI mengajak seluruh masyarakat Tarakan tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan memperkuat geliat ekonomi Kaltara melalui dukungan terhadap produk lokal.(*/mt)















Discussion about this post