TARAKAN, Fokusborneo.com – Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Baznas Kota Tarakan dan Pemerintah Kota Tarakan secara resmi melaksanakan Kick Off Road to Kaltara Sharia Festival (KaShaFa) 2026.
Dengan mengusung tema “Berkah Ramadhan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat”, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju puncak KaShafa 2026 ang akan diselenggarakan pada April 2026 mendatang,
Road to KaShaFa 2026 merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kaltara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi UMKM syariah unggulan Kaltara ke tingkat nasional, mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, serta mempercepat sertifikasi halal dan digitalisasi UMKM.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, diselenggarakan bazar UMKM halal yang menghadirkan 42 UMKM unggulan dari sektor halal food, modest fashion syariah, dan kriya.
Seluruh transaksi di area bazar didukung sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, sebagai bentuk akselerasi transformasi digital dan perluasan inklusi keuangan di daerah.
Walikota Tarakan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Baznas atas inisiatif dan kreativitas penyelenggaraan kegiatan ini.
Pemerintah Kota Tarakan menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan produk UMKM halal berkualitas agar pelaku usaha dapat naik kelas dan memperkuat perekonomian lokal.
Lebih lanjut, Walikota juga menekankan bahwa momentum Ramadhan memiliki potensi besar dalam mendorong multiplier effect terhadap perekonomian, sehingga perlu dimanfaatkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal, khususnya di Kota Tarakan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Hasiando G. Manik, dalam sambutannya menyampaikan ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi global yang sangat besar dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.
“Indonesia saat ini menempati peringkat ke-3 dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Hal tersebut didukung oleh kinerja sektor unggulan Halal Value Chain (HVC) yang tumbuh 6,21% secara year-on-year (yoy) dan berkontribusi Ilebih dari 27% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2025,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasiando menyampaikan rangkaian Road to KaShaFa hingga puncak acara KaShaFa pada bulan April nanti dirancang sebagai sarana edukasi masyarakat mengenai manfaat dan potensi ekonomi syariah serta mendukung pemberdayaan yang inklusif.
Dalam penyelenggaraan KaShaFa 2026, Bank Indonesia menargetkan transaksi penjualan produk UMKM mencapai 3 miliar, meningkat 15% dibandingkan tahun lalu.
Kick off Road to KaShaFa 2026 dibuka secara resmi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Hasiando G. Manik, dan Wali Kota Tarakan.
Pada hari pertama, telah dilaksanakan Festival Literasi Ramadhan vana mencakup edukasi ekonomi svariah. Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, transaksi digital QRIS, serta perlindungan konsumen.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran Program Wakaf Produktif sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan ekonomi syariah.
Selama periode Road to KaShaFa 2026, rangkaian acara turut dimeriahkan berbagai kompetisi dan aktivitas edukatif, antara lain lomba dai cilik, adzan, nasyid, cerdas cermat islami, festival bedug sahur, hingga festival musik jalanan yang menjadi sarana strategis untuk menggaungkan nilai-nilai ekonomi syariah di masyarakat.
Kegiatan literasi juga akan dilengkapi dengan Kajian dan Buka Bersama Ustadz Hanan Attaki bertema “Hati yang Tenang di Zaman yang Bising” pada Senin, 2 Maret 2026.
Melalui momentum Ramadhan, KaShaFa 2026 diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam ekonomi dan keuangan syariah, mendorong peningkatan jumlah UMKM bersertifikat halal dan berdaya saing, serta mempercepat adopsi transaksi digital melalui QRIS.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan kompetitif di Kaltara.(**)















Discussion about this post