TARAKAN, Fokusborneo.com – Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, memberikan tantangan terbuka bagi sektor perbankan dan BUMN di Kalimantan Utara (Kaltara) untuk mengambil peran nyata dalam membantu pembiayaan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.
Hal ini disampaikan saat membuka gelaran Road to Kashafa (Kaltara Sharia Festival) 2026 di Gita Jalatama Foodcourt, Minggu (1/3/26).
Walikota mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia (BI) dan Baznas dalam mendorong ekonomi syariah. Namun, ia menyoroti tembok besar yang masih menghalangi UMKM lokal untuk naik kelas, yakni biaya sertifikasi halal.
Menurut dr. Khairul, sertifikasi halal bukan sekadar label religi, melainkan tiket masuk ke pasar formal seperti Indomaret, Alfamart, dan Alfamidi. Meski pemerintah daerah telah mewajibkan ritel modern mengakomodasi 30% produk lokal, syarat teknis seringkali memutus harapan pelaku usaha.
”UMKM kita terjepit dalam circulus vitiosus atau lingkaran setan. Mau masuk ritel modern syaratnya harus punya P-IRT dan sertifikasi halal. P-IRT bisa kami bantu lewat Dinas Kesehatan, tapi sertifikasi halal ini berbayar dan biayanya cukup berat bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan,” ujar dr. Khairul.
Walikota mengungkapkan kemampuan APBD Kota Tarakan sangat terbatas untuk mengcover seluruh UMKM. Selama ini, Pemerintah Kota hanya mampu memfasilitasi 5 hingga 6 UMKM per tahun melalui anggaran daerah.
Melihat kehadiran para pimpinan perbankan dalam acara tersebut, dr. Khairul secara spesifik mengajak sektor perbankan untuk menyisihkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendanai proses sertifikasi halal bagi nasabah UMKM mereka.
Biaya sertifikasi yang mencapai kisaran Rp3 juta menjadi beban berat bagi UMKM dengan omzet kecil. Perbankan diharapkan tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan produk nasabahnya memiliki daya saing global melalui label halal.
Sinergi ini diharapkan membawa Indonesia menjadi eksportir produk halal nomor satu dunia, melampaui posisi saat ini yang masih tertinggal dari negara non-muslim seperti China dan Brasil.
Acara Road to Kashafa 2026 ini merupakan bagian dari upaya strategis menjadikan Kaltara sebagai pusat ekonomi syariah yang inklusif. Dengan dukungan perbankan dalam sertifikasi halal, produk UMKM Tarakan diharapkan tidak hanya jago kandang, tapi mampu menembus pasar internasional.
”Mudah-mudahan para ‘bos’ perbankan yang hadir di sini bisa menyisihkan sedikit anggarannya. Jika kita bergerak bersama, UMKM kita akan bergerak lebih luas dan ekonomi syariah kita akan benar-benar tegak,” pungkas Walikota.(*/mt)














Discussion about this post