TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan merilis data perkembangan indeks harga konsumen terbaru. Setelah sempat mengalami deflasi di awal tahun, Kota Tarakan kini mencatatkan inflasi sebesar 0,58 persen secara bulanan (month-to-month) pada Februari 2026.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini bertepatan dengan momentum suasana Ramadan 1447 H.
Berdasarkan release resmi BPS Tarakan, komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil mencapai 0,28 persen. Selain emas, fluktuasi harga bahan pangan juga turut menekan daya beli masyarakat.
“Cabai rawit dan daging ayam ras memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,18 persen dan 0,09 persen,” ujar Umar Riyadi, Selasa (3/3/2026).
Secara sektoral, kelompok pengeluaran yang paling dominan adalah, Kelompok Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya 0,29%, Kelompok Makanan, Minuman, & Tembakau Andil 0,27%.
Ada fenomena menarik pada angka inflasi tahunan (year-on-year) Tarakan yang menyentuh angka 5,00 persen. Angka ini terpantau berada di atas target sasaran nasional (2,5% ± 1). Umar menjelaskan bahwa hal ini dipicu oleh faktor “Low Base Effect”.
“Pada Januari dan Februari 2025 lalu, terdapat kebijakan diskon tarif listrik dari pemerintah yang menyebabkan deflasi cukup dalam. Hilangnya andil deflasi dari diskon tersebut di tahun ini, sementara tarif telah normal kembali, membuat penghitungan inflasi tahunan Februari 2026 melonjak keluar dari range target,” jelasnya.
Meskipun inflasi bulanan Tarakan (0,58%) lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, namun secara tahunan Tarakan masih lebih tinggi dibanding Provinsi Kaltara maupun Nasional.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga (deflasi) sehingga membantu meredam laju inflasi lebih jauh, di antaranya ikan layang/benggol, bawang merah, ikan bandeng, dan bensin.
BPS Tarakan mengingatkan pentingnya sinergi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tengah bulan suci Ramadan. (**)











Discussion about this post