TARAKAN, Fokusborneo.com – Konektivitas logistik dan jalur perdagangan menjadi kunci utama dalam memperkuat sinergi ekonomi antara Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Jawa Timur (Jatim).
Hal ini ditegaskan dalam forum Misi Dagang dan Investasi yang berlangsung di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Selasa (9/9/26), yang mencatatkan nilai transaksi hingga lebih dari Rp 2,1 triliun.
Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menekankan konektivitas maritim melalui tol laut menjadi nadi utama kelancaran lalu lintas produk komoditas antarpulau.
Untuk menunjang tingginya volume perdagangan yang dicapai dalam forum bisnis tersebut, Pemprov Kaltara berkomitmen memperkuat sarana transportasi pengangkutan.
”Tol laut saat ini sudah berjalan, namun kita akan berupaya untuk menambah armada kapal lagi. Semakin banyak armada, perputaran dan distribusi produk unggulan Jawa Timur ke Kaltara maupun sebaliknya akan semakin cepat dan efisien. Jalur ini menjadi jembatan utama tukar-menukar potensi kedua daerah,” tegas Zainal Paliwang.
Penguatan konektivitas ini disambut positif Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, keterhubungan moda transportasi yang optimal sangat mendukung terwujudnya creative financing dan konektivitas ekonomi yang inklusif antardaerah.
”Prinsip kita adalah tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama. Konektivitas ini tidak hanya dilihat dari perjumpaan hari ini saja, tetapi juga keberlanjutan pengembangan sektor-sektor potensial lainnya ke depan,” kata Khofifah.
Dalam forum bisnis ini, Jatim memasok berbagai komoditas pangan seperti olahan daging unggas dan karkas ayam ke Kaltara.
Sebaliknya, Jatim menyerap potensi besar Kaltara di sektor perikanan, kayu bulat, serta sarang burung walet yang memiliki peluang pasar ekspor internasional yang sangat menjanjikan.(*/mt)













Discussion about this post