TARAKAN, Fokusborneo.com – Perekonomian Kota Tarakan pada Triwulan II-2026 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,77 persen (year-on-year / y-on-y).
Pertumbuhan ini ditopang oleh berbagai sektor unggulan daerah, salah satunya sektor perikanan yang konsisten menjadi salah satu pilar utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tarakan.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, nilai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp16,20 triliun, dengan nilai atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp7,38 triliun.
Dalam struktur perekonomian Kota Tarakan, sektor perikanan yang tergabung dalam kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyumbangkan porsi yang sangat signifikan, yakni sebesar 10,38 persen terhadap total PDRB daerah.
Capaian ini menempatkan sektor tersebut di jajaran lima besar penyumbang perekonomian terbesar di Bumi Paguntaka.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menegaskan perikanan merupakan basis kekuatan ekonomi lokal yang memiliki dampak langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
”Kami dalam menyampaikan laporan ini digabung (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan), tetapi bisa kita lihat memang yang paling dominan di Tarakan adalah perikanan. Kontribusinya mencapai 10,38 persen dan masuk peringkat lima besar dalam share ekonomi,” ungkap Umar Riyadi, Kamis (1/10/26).
Ia menambahkan, potensi perikanan Tarakan masih sangat terbuka luas untuk terus berkembang, terutama didukung oleh membaiknya tren harga komoditas unggulan seperti rumput laut yang dapat menjadi pemantik (trigger) pertumbuhan ekonomi daerah.
“Komoditas seperti rumput laut harganya sedang baik. Ini bisa menjadi trigger untuk memberikan pencetak angka pertumbuhan ekonomi di Kota Tarakan,” imbuhnya.
Guna mendorong akselerasi dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di triwulan-triwulan mendatang, BPS Kota Tarakan memberikan sejumlah masukan strategis kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.
Pemkot Tarakan diimbau untuk mendorong para pelaku usaha perikanan agar tidak sekadar menjual komoditas mentah (raw materials), melainkan mengolahnya menjadi produk jadi atau setengah jadi melalui sektor industri pengolahan.
“Bagaimana kemudian perikanan ini tidak semata-mata dijual dalam bentuk hasil mentah, tapi dinaikkan nilai tambahnya ke sektor industri pengolahan. Sebab, industri pengolahan share-nya lumayan besar, sekitar 10,67 persen, dan ini masih sangat bisa tumbuh,” saran Umar.
Secara regional, keberhasilan Tarakan menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 4,77 persen memperkokoh posisinya sebagai tulang punggung perekonomian Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Kota Tarakan menyumbangkan 39,99 persen terhadap total PDRB Kaltara pada Triwulan II-2026, menjadikannya daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar di tingkat provinsi.(*/mt)












Discussion about this post