TARAKAN – Selama bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 H, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dalam kondisi aman. Tidak hanya memastikan ketersediaan, Pertamina juga berencana melakukan penambahan penyaluran untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.
Sales Branch Manager (SBM) Rayon VIII Kaltimut Gas, Seftyan Reza Pangestu, mengungkapkan bahwa pihaknya menjamin distribusi elpiji, baik subsidi (3 kg) maupun non-subsidi, akan menjangkau seluruh wilayah Kaltara meliputi Tarakan, Bulungan, Tana Tidung (KTT), Malinau, hingga Nunukan.
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, konsumsi elpiji selama momen Ramadan dan Lebaran biasanya mengalami kenaikan. Untuk tahun ini, Pertamina telah menyiapkan strategi penambahan suplai.
“Kita upayakan penyaluran ke masyarakat tidak ada kendala. Insyaallah ada penambahan penyaluran khusus di bulan Ramadan dan Idulfitri sekitar 6 sampai 7 persen dari alokasi bulanan normal,” ujar Seftyan saat ditemui di Tarakan, Rabu (4/3/2026).
Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi peningkatan tahun lalu yang berada di kisaran 4 hingga 5 persen. Langkah preventif ini diambil agar tidak terjadi gejolak harga maupun kelangkaan di tengah masyarakat.
Stok LPG PSO di Tarakan saat ini mencapai 393,8 MT cukup untuk kebutuhan sekitar 19 hari, dengan rata-rata kebutuhan perhari 20 MT, dalam waktu dekat akan ditambah suplai 150 MT.
Sedangkan stok LPG NPSO sekitar 56 MT cukup untuk kebutuhan sekitar 11 hari dengan rata-rata 4 MT perhari, stok akan ditambah dalam waktu dekat 150MT.
Menanggapi persoalan distribusi yang sempat terjadi di Kabupaten Nunukan, Seftyan menjelaskan bahwa kendala logistik di masa lalu kini telah teratasi.
Pengiriman dari Tarakan menuju Nunukan yang sangat bergantung pada moda transportasi laut kini berjalan lebih stabil.
“Alhamdulillah mulai tahun 2023 kemarin pengiriman lancar. Kami juga sudah memberikan penambahan pasokan ke wilayah Nunukan dan sekitarnya, sehingga kebutuhan masyarakat di sana insyaallah tercukupi,” imbuhnya.
Untuk memastikan penyaluran elpiji subsidi tepat sasaran, Pertamina terus memaksimalkan sistem digitalisasi. Saat ini, setiap transaksi LPG 3 kg di pangkalan wajib dicatat melalui Merchant Apps MyPertamina.
“Semua transaksi bisa terdata secara digital. Kita usahakan penerimanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga pemanfaatannya benar-benar tepat sasaran,” tutup Seftyan. (ary)













Discussion about this post