BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) RU V Balikpapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Kick Off Bulan Energi dan Losses Tahun 2026 yang dilaksanakan secara luring dan daring. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program dan kompetisi antar-Refinery Unit (RU) Pertamina dengan mengusung tema “Efisiensi Energi dan Optimalisasi Losses dalam Semangat Digitalisasi”. Kegiatan ini berlangsung secara luring di Ruang Bengkirai, Gedung Banua Patra.
Kegiatan dihadiri oleh Direktur Operasi Kilang PT PPN Didik Bahagia, Vice President (VP) Refinery Performance and Excellence Wahyu Sulistyo Wibowo, Head of Macroeconomy Strategic Research Aditya Nugraha, Analis Macroeconomy FBO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dani Suharjianto, Jajaran Manajemen serta Section Head RU V, dan Perwira RU V Balikpapan.
Direktur Operasi Kilang PT PPN, Didik Bahagia menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran seluruh pekerja terhadap penggunaan energi yang lebih efisien serta pengelolaan losses. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
“Bulan Energy & Loss menjadi momentum penting untuk semakin menumbuhkan kesadaran dan rasa ownership di kalangan seluruh pekerja. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan dampak terhadap lingkungan, sekaligus mendukung langkah perusahaan menuju Net Zero Emission. Untuk itu, seluruh upaya tersebut perlu dijalankan dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas,” ujar Didik.
Bulan Energi dan Losses 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat awareness dan ownership Perwira, mendukung implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dan dekarbonisasi, serta mendorong cost optimization melalui efisiensi konsumsi bahan bakar.
General Manager PT PPN RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Bulan Energi dan Losses 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan operasi kilang yang efisien, andal, aman dan berkelanjutan.
“Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan dan komitmen bersama agar setiap energi yang kita gunakan menghasilkan value yang optimal. Setiap losses harus dapat kita ukur dan kendalikan, serta setiap keputusan operasional menjadi semakin cepat, akurat dan terukur,” ujar Anto.
Sejumlah program yang dilaksanakan mencakup Energy Efficiency dan Penurunan Fuel Cost, Zero Steam Leak, Integrated Boiler and Furnace Efficiency, APR Fired Heater, Maximize Fuel Gas and Minimize Flare Loss, Reducing Losses Program, serta Decarbonization Program.
Lebih lanjut, Anto menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Bulan Energi dan Losses 2026 dapat menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk semakin memperkuat komitmen dalam mendukung operasional perusahaan.
“Selamat mengikuti Bulan Energi dan Losses 2026, mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun operasi kilang yang efisien, handal, aman, dan berkelanjutan,” tambah Anto.
Melalui kegiatan ini, Pertamina mendorong agar Bulan Energi dan Losses tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi mampu memperkuat budaya efisiensi energi, pengendalian losses, dan digitalisasi di seluruh RU Pertamina, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan mendukung ketahanan energi Indonesia.(**)














Discussion about this post