JAKARTA, Fokusborneo.com – Raihan Universal Health Coverage (UHC) Award kategori Madya kembali menempatkan Kabupaten Bulungan sebagai salah satu daerah yang dinilai konsisten menjamin kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam acara nasional bersama pemerintah pusat. Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, hadir mewakili Bupati Bulungan Syarwani, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bulungan drg. H. Imam Sujono.
Di balik penghargaan tersebut, pemerintah daerah menegaskan keberhasilan menjaga status UHC tidak hanya bertumpu pada capaian administratif, melainkan pada kesinambungan kebijakan kesehatan yang dijalankan setiap tahun.
“Kami memandang UHC sebagai kewajiban pelayanan, bukan sekadar pencapaian program,” kata Risdianto, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, komitmen daerah dalam menjamin kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pengalokasian anggaran yang berkelanjutan, khususnya untuk menjamin kepesertaan warga kurang mampu dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap terlindungi, terutama kelompok yang paling rentan,” ujarnya.
Risdianto menambahkan, tantangan utama ke depan adalah menjaga agar layanan kesehatan yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa hambatan, baik dari sisi akses maupun kualitas pelayanan.
“Yang kami jaga bukan hanya status kepesertaan, tetapi juga pengalaman masyarakat saat mengakses layanan kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulungan, drg. H. Imam Sujono, menyampaikan bahwa penghargaan UHC Madya menjadi pengingat bagi jajaran kesehatan untuk terus melakukan pembenahan di tingkat layanan.
“Penghargaan ini justru menuntut kami bekerja lebih keras agar pelayanan kesehatan semakin baik,” katanya.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan memfokuskan perhatian pada peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas dan jaringannya, sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Kalau layanan dasar kuat, masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan pelayanan sejak awal,” ujarnya.
Imam juga menyebut, evaluasi terhadap pelayanan kesehatan terus dilakukan, termasuk menindaklanjuti berbagai masukan dan keluhan masyarakat.
Selain itu, perbaikan layanan kesehatan dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kami terus memantau pelayanan di fasilitas kesehatan dan melakukan pembenahan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai temuan di lapangan, termasuk kendala administrasi dan pelayanan, menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan ke depan.
Sementara itu, pemerintah pusat menilai Kabupaten Bulungan menunjukkan konsistensi dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan, baik dari sisi cakupan kepesertaan JKN maupun dukungan kebijakan daerah yang mendukung keberlanjutan program tersebut.
“Kami akan terus menjaga pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional agar tetap berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan di daerah,” tegasnya. (**)














Discussion about this post