• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Nasional

Harga Rapid Test dan Swab Test Mahal, Hasan Basri Usul Digratiskan Bagi Warga Terdampak Covid-19

by Redaksi
08/06/2020
in Nasional, Politik
A A
Harga Rapid Test dan Swab Test Mahal, Hasan Basri Usul Digratiskan Bagi Warga Terdampak Covid-19

Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri menjalani rapid test. Foto : Istimewa

JAKARTA – Mewabahnya Covid-19 berpengaruh besar terhadap berbagai bidang kehidupan. Bukan hanya di Indonesia, namun diseluruh dunia. Semua aktivitas dibatasi, bahkan dihentikan sementara dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Di tanah air, wabah virus corona disease 19 sudah hampir tiga bulan melanda. Untuk melawan virus ini, berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah mulai dari meliburkan kegiatan belajar mengajar di semua jenjang pendidikan, kantor, mall, tempat wisata, tempat ibadah, bahkan transportasi juga diberhentikan sementara.

Baca Juga

Cegah Narkotika, Herman Hamid Dorong Peran Ibu-ibu Majelis Taklim Beri Edukasi Warga

M. Nasir Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas, Aspirasi Bantuan Alat Produksi Mulai Diverifikasi

Wujud Kepedulian Sesama, Kader Partai Demokrat Tarakan Kompak Donor Darah di HUT ke-25

Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

Mengendalikan penyebaran Covid-19, pemerintah juga membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah dengan tingkat kasus positif Covid-19 yang tinggi. Akibatnya masyarakat tidak bisa melakukan pekerjaan dan aktivitas ekonomi turun tajam hampir 80 persen. Walaupun melalaui kemajuan teknologi virtual semua bisa terwakili, namun itu tetap tidak bisa menggantikan interaksi sosial secara langsung.

Awal bulan Juni pemerintah, mengeluarkan kebijakan baru dengan diberlakukannya new normal atau cara hidup baru yaitu dengan melonggarkan penerapan PSBB sebelum masuk fase new normal. Sosialisasi penerapan new normal, terus digalakkan agar masyarakat bisa beradaptasi dan mendisiplinkan diri untuk tetap melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai protokol yang ada.

New normal memang telah dimulai, namun permasalahan lain datang yaitu kebijakan yang dikeluarkan terkait protokol kesehatan pada masa new normal. Penerapan new normal yang tidak dilaksanakan secara serentak diseluruh daerah, membuat masing-masing daerah punya kebijakan yang berbeda-beda sehingga membingungkan masyarakat untuk mengikuti kebijakan tersebut.

Salah satunya , kebijakan rapid test dan swab test bagi pelaku perjalanan yang ingin berpergian untuk mengetahui kondisi kesehatan bagi calon penumpang tersebut positif atau negatif Covid-19 sebelum diijinkan berpergian.

Dibeberapa daerah, ada yang menggratiskan rapid test namun di daerah lainnya harga rapid test ada yang mencapai satu juta rupiah. Dampaknya masyarakat yang akan melakukan perjalanan keluar Kota dalam rangka melakukan aktivitas ekonomi akhirnya terhambat. Tidak hanya itu saja, aktivitas transportasi darat, laut dan udara menjadi terganggu karena kurangnya jumlah penumpang.

Bahkan, demi menjaga kebijakan physical distancing di dalam moda transportasi membuat biaya mengurus dokumen wajib bebas Covid-19 untuk syarat perjalanan yang mencapai satu juta rupiah lebih mahal dari pada harga tiket perjalanan.

Menanggapi hal tersebut, Senator muda perwakilan Kalimantan Utara Hasan Basri yang sekaligus Wakil Ketua Komite II DPD RI, banyak menerima keluhan dari masyarakat di berbagai daerah mengenai mahalnya biaya rapid test yang tidak bisa dijangkau masyarakat. Padahal kebijakan new normal telah mulai, namun peraturan protokol kesehatan di berbagai daerah masih belum serentak.

“Saya mengharapkan kepada semua Kementerian terkait khususnya Kementerian yang menjadi mitra kerja Komite II DPD RI untuk bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulangi ini,” kata Hasan Basri, Senin (8/6/20).

Pimpinan Komite II DPD RI Hasan Basri mendesak setiap Kementerian terkait diantaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, BNPB, untuk berkoordinasi membuat suatu peraturan protokol kesehatan yang menyeluruh untuk semua daerah di Indonesia.

“Saya meminta agar rapid test digratiskan bagi warga kurang mampu yang mempunyai kebutuhan khusus untuk bekerja atau berobat ke luar daerah. Angka 405 triliun untuk Covid-19 bukan kecil, makanya saya meminta digratiskan dan utamakan untuk urusan kesehatan,” imbau HB juga alumni Magister Universitas Borneo Tarakan.

Ia menekankan, agar menjadi perhatian Kementerian terkait mengenai aturan tentang pedoman Covid-19. Sehingga ada keseragaman aturan dan masyarakat tidak bingung dan bisa beraktivitas sehari-hari dari daerah satu ke daerah lainnya.

“Yang paling penting itu, pemerintah memberikan subsidi jika perlu menggratiskan rapid test kepada warga yang tidak mampu agar perekonomian segera pulih kembali,” ungkap Hasan Basri.

Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Kaltara dan Provinsi Kaltara atas keberhasilannya membuat penyebaran Covid-19 melandai.(mt)

Tags: borneoDPD RIFBFokusfokusborneoHasan BasriKaltaraKomite II DPD RISenator Kaltara

Berita Lainnya

Cegah Narkotika, Herman Hamid Dorong Peran Ibu-ibu Majelis Taklim Beri Edukasi Warga
Parlemen

Cegah Narkotika, Herman Hamid Dorong Peran Ibu-ibu Majelis Taklim Beri Edukasi Warga

14 Oktober 2026 17:51
M. Nasir Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas, Aspirasi Bantuan Alat Produksi Mulai Diverifikasi
Parlemen

M. Nasir Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas, Aspirasi Bantuan Alat Produksi Mulai Diverifikasi

14 Oktober 2026 12:22
Wujud Kepedulian Sesama, Kader Partai Demokrat Tarakan Kompak Donor Darah di HUT ke-25
Politik

Wujud Kepedulian Sesama, Kader Partai Demokrat Tarakan Kompak Donor Darah di HUT ke-25

14 Oktober 2026 11:15
Hasan Basri Desak Mabes Polri Usut Tuntas Keterlibatan Aparat dalam Jaringan Narkoba
Nasional

Karhutla Kalimantan Kian Kritis, Hasan Basri Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

14 Oktober 2026 07:29
Dukung TMMD di Tarakan, Ketua DPRD: Solusi Efektif di Tengah Keterbatasan Fiskal
Parlemen

Dukung TMMD di Tarakan, Ketua DPRD: Solusi Efektif di Tengah Keterbatasan Fiskal

13 Oktober 2026 20:40
Komitmen Sukir untuk Warga Tarakan Timur, Realisasikan Kanopi Masjid Baitul Jannah
Parlemen

Komitmen Sukir untuk Warga Tarakan Timur, Realisasikan Kanopi Masjid Baitul Jannah

13 Oktober 2026 20:31
Next Post
Pelaksanaan PON Ditunda, Gubernur Semangati Atlet untuk Giat Berlatih

Pelaksanaan PON Ditunda, Gubernur Semangati Atlet untuk Giat Berlatih

Waspada Covid-19, KONI Kaltara Gelar Rapid Test

Waspada Covid-19, KONI Kaltara Gelar Rapid Test

Pasien Positif Covid-19 Terus Bertambah, Total di Kaltara Jadi 90 Orang

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Kaltara Sudah 77 Persen, Sisa 38 Orang Masih Dirawat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    Terapkan Sistem Manajemen Talenta, Ini Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Walikota Tarakan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Putri Peltu Jun Priyanto Borong 7 Medali, Pamela Bersiap Wakili Kaltara di O2SN Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerebek Sarang Narkoba di Tanjung Selor, Tim Gabungan Polresta Bulungan Amankan Pengedar dan Puluhan Paket Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Unit 2 PLTU Kaltim Teluk Kembali Beroperasi, Unit 1 Dipersiapkan Dukung Sistem Kelistrikan Kalimantan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pimpin PPP Tarakan, Habusan Targetkan Satu Fraksi di Pileg Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Cokelat Bultiya Jadi Objek Foto, Wartawan Antara Kaltara Raih Juara 3 KKJ BI 2026

14 Oktober 2026 19:36

Sibuk di Hari Kerja? BPN Balikpapan Buka Layanan Pertanahan pada Akhir Pekan

14 Oktober 2026 19:08
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP