Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Feb 2023 14:28 WITA ·

Hasan Basri Perjuangkan BBM untuk Nelayan di Kaltara


					Ketua Komite 3 DPD RI Hasan Basri. Foto : Ist Perbesar

Ketua Komite 3 DPD RI Hasan Basri. Foto : Ist

JAKARTA – Ketua Komite 3 DPD RI Hasan Basri, menyoroti kelangkaan BBM Solar yang terjadi di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurutnya, kondisi ini membawa efek domino bagi masyarakat nelayan yang semakin terpuruk pada pertumbuhan ekonomi.

width"300"
width"300"

Senator asal Kaltara, Hasan Basri menilai kerugian yang dihasilkan dari kelangkaan BBM Solar untuk nelayan, bukan saja merugikan nelayan, tetapi dapat merugikan situasi perekonomian negara.

width"300"

Selain itu Hasan Basri juga menilai, kelangkaan BBM Solar untuk nelayan, juga akan mempengaruhi kualitas SDM yang semakin mempersempit untuk konsumsi protein, yang jika berlarut akan mengancam naiknya angka stunting di negara ini.

“Saya meminta pemerintah tidak hanya berkomentar terkait naik dan turunnya harga BBM untuk nelayan, tetapi juga jaminan ketersediaan BBM Solar untuk nelayan” kata Hasan Basri.

“Mesti ada aksi nyata dari pemerintah untuk memberikan solusi kelangkaan BBM Solar ini. Karena permasalahan ini bukan hanya terjadi satu atau dua kali, tetapi beberapa kali,” kata Hasan Basri saat ditanya awak media, Jumat (3/1/23).

width"300"

Baca juga : Bahas RUU KIA dengan Menteri PPPA, Komite 3 DPD RI Soroti Kasus Penculikan Anak

width"400"

Hasan Basri yang akrab di sapa HB mengaku, telah mendapat puluhan aspirasi dari masyarakat yang ada di daerah pemilihannya yang sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan.

width"400"

“Sudah banyak aspirasi yang diampaikan. Nelayan Kecil dengan kapal sekitar 5GT hingga 30 GT ini mengambil ikan hanya seperlunya saja. Kenapa bisa ada kelangkaan?,” tegas Hasan Basri

Menurutnya, dengan adanya kelangkaan BBM untuk nelayan tidaklah etis.

Terlebih kegiatan yang dilakukan oleh nelayan bukanlah kegiatan eksploitasi, apalagi merusak lingkungan. Hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat sekitar.

Hasan Basri mengkritisi, tindakan pemerintah yang relatif lambat dalam setiap kebijakan pro kerakyatan, Sehingga ketika sudah kejadian kelangkaan berbagai komoditas strategis seperti BBM ini, menjadi panik tak punya solusi.

Baca juga : Dukung Transformasi Sistem Kesehatan, Komite 3 DPD RI Minta Kemenkes Program Tersebut Merata

Ia menambahkan, pemerintah dalam waktu dekat harus memberikan solusi serta jalan keluar untuk menyelamatkan nelayan kecil akibat kelangkaan BBM.

“Kelangkaan BBM di Kaltara yang telah mengguncang industri perikanan, tidak hanya mengguncang nelayan kecil tetapi juga perusahaan besar. Apalagi solusi yang diberikan saat ini belum dapat mengimbangi penyediaan perikanan tangkap, kata Hasan Basri.

Lebih jauh, Hasan Basri juga mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan hak nelayan. Termasuk stok dan harga BBM yang tidak hanya menjadi masalah nelayan di Kaltara.

“Ini harus diurai permasalahannya, kita akan kawal agar tidak kusut. Insyallah kita akan kembali membicarakan ini kepada kementerian ESDM RI, Pertamina, dan BUMN, melalui caurtycall agar nelayan dapat melaut dengan mudahnya mendapatkan solar”, jelaskan Hasan Basri.

“Selain itu kita berharap Pemda dan BPH Migas untuk menyesuaikan dan mensinkronkan kuota BBM di Kaltara, sebab Kaltara merupakan salah satu penghasil minyak, jadi sangat disayangkan apabila sampai kaltara kekurangan pasokan minyak,” tutup Hasan Basri.(**)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 74 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Calon Wakil Ibrahim Ali Mengerucut ke Satu Nama

23 Juni 2024 - 20:37 WITA

blank

Ketua DPRD Tana Tidung Jamhari Ajak Masyarakat Datang ke TPS 27 November

23 Juni 2024 - 07:24 WITA

blank

Peluncuran Tahapan Pilkada Berlangsung Meriah, KPU Tarakan Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

23 Juni 2024 - 07:20 WITA

blank

Pasti Seru! Pia Eks Utopia Siap Hibur Masyarakat Tarakan Malam ini

22 Juni 2024 - 11:26 WITA

blank

Sukses Digelar, Peluncuran Tahapan Pilkada Tana Tidung Dihadiri Ribuan Masyarakat

22 Juni 2024 - 09:30 WITA

blank

Tanam Cabai dengan Metode Proliga di Bulungan, Upaya BI Kaltara Tingkatkan Produksi

22 Juni 2024 - 00:21 WITA

blank
Trending di Ekonomi