NUNUKAN, Fokusborneo.com – Sebagai wilayah yang bersentuhan langsung dengan garis perbatasan negara tetangga, Kabupaten Nunukan memegang peranan krusial sebagai wajah terdepan Republik Indonesia.
Menyadari hal tersebut, Anggota MPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS MPR RI, H. Alifudin, SE, MM, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sekretariat DPD PKS Kabupaten Nunukan, Senin (2/3/26).
Kegiatan ini dihadiri sedikitnya 150 orang baik tokoh masyarakat dan kader PKS Nunukan yang antusias menyimak paparan mengenai fondasi bernegara.
Dalam orasinya, pria yang akrab disapa Bang Alif ini menegaskan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi masyarakat perbatasan bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kedaulatan mental dan ideologi bangsa.
Alifudin memaparkan secara komprehensif mengenai posisi Pancasila sebagai ideologi yang harus menghujam kuat dalam sanubari setiap warga negara, terutama bagi mereka yang berinteraksi langsung dengan dinamika lintas batas.
Ia juga menguraikan bagaimana Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi panduan hukum tertinggi yang menjamin hak-hak masyarakat di pelosok negeri.
Menurutnya, pemahaman mendalam tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi perisai utama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh infiltrasi budaya atau ideologi asing yang berpotensi melunturkan rasa nasionalisme.
”Nunukan adalah garda terdepan kita. Di sini, merah putih harus berkibar paling tinggi, bukan hanya secara fisik di tiang bendera, tapi juga di dalam hati setiap kader dan masyarakat. Kita harus menunjukkan bahwa kecintaan kita pada Indonesia tidak tergoyahkan meski berbatasan langsung dengan Malaysia,” tegasnya.
Ia juga menekankan kader PKS di perbatasan memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan.
Di tengah keberagaman yang ada, semangat gotong royong dan toleransi yang terkandung dalam empat pilar harus menjadi nafas dalam kehidupan bertetangga dan bernegara.
Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan energi baru bagi para kader untuk terus mengabdi dan menjaga keutuhan bangsa dari beranda depan Nusantara.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai tantangan sosial di wilayah perbatasan, yang kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk tetap setia menjaga tegaknya pilar-pilar kebangsaan demi Indonesia yang lebih kuat dan berdaulat.(*/mt)











Discussion about this post