• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Ramadhan Terakhir

by Redaksi
20 April 2023 05:01
in Opini
A A

Syamsuddin Arfah, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Ulul Albab Kota Tarakan

Oleh: Syamsuddin Arfah

“Engkau mengharapkan kesuksesan tetapi engkau tidak menempuh jalan-jalan nya, ketahuilah bahwa kapal tidak akan berlayar diatas daratan” (Kata Bijak)

Baca Juga

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara

Pada suatu masa, Raja Iskandar Zulkarnain beserta pasukannya hendak berangkat menaklukan suatu daerah.

Pagi hari sebelum berangkat, Iskandar Zulkarnain berpesan kepada pasukannya: “Dalam perjalanan, nanti malam, kita akan melintasi sungai. Ambillah apapun yang terinjak yang ada di sungai itu”

Ketika malam tiba dan pasukan Iskandar Zulkarnain melintasi sungai, ada tiga golongan prajurit.

Golongan yang pertama tidak mengambil apapun yang terinjak di sungai karena yakin itu hanya batu.

Golongan yang kedua mengambil ala kadarnya yang terinjak di sungai, sekedar mengikuti perintah Raja.

Golongan yang ketiga mengambil sebanyak-banyaknya yang terinjak di sungai sehingga tasnya penuh dan kepayahan meneruskan perjalanan karena penuhnya bawaan.

Setelah melanjutkan perjalanan dan tiba pagi hari, Iskandar Zulkarnain bertanya kepada pasukannya, apa yang kalian dapatkan semalam…?

Ketika para prajurit memeriksa tasnya, ternyata isinya intan berlian. Prajurit yang tidak mengambil apa-apa sangat menyesalinya. Prajurit yang mengambil ala kadarnya ada perasaan senang bercampur penyesalan. Sedangkan prajurit yang sungguh-sungguh mengambil merasa sangat bahagia.

Cerita tersebut dikutip dari buku tasawuf modern karya Buya Hamka

Tinggal menghitung hari atau jam, kita akan ditinggalkan ramadhan. Di dalamnya banyak sekali keberkahan. Dan kita memiliki tiga pilihan.

Melewati ramadhan tanpa mengambil keberkahannya sedikitpun.

Atau melewati Ramadhan dengan mengambil keberkahan ala kadarnya.

Atau melewati Ramadhan dengan bersungguh-sungguh mengambil keberkahannya, dengan cara memperbanyak ibadah dan amal kebaikan lainnya.

Ramadhan kariim, semoga kita termasuk golongan yang mendapat magfirah, rahmat dan keberkahan.

Sahabat yang beriman, perempuan sosialita pernah menulis di status pada FB nya dengan komentar: “anda berpenampilan seksi, suka keluyuran, jarang menunaikan shalat, tetapi ketika berdoa: “minta nya mendapatkan imam (pendamping) yang sholeh”, emang mau dapat dari mana ?.

Walaupun ini hanya sekedar ungkapan di media sosial, tetapi kesan yang terdalam adalah antara do’a dan kenyatan diri yang sebenarnya harus berimbang dan berbanding lurus, ingin mendapatkan imam yang sholeh, ya kudu harus menjadi wanita sholehah juga, kan begitu semestinya dan seharusnya. Maksud saya jika ingin untuk memperoleh lailatul qadar tentu harus berimbang dengan pensikapan kita terhadap Ramadhan, Bagamana ingin untuk meraih malam seribu bulan, sedang kita terlena dengan istirahat yang banyak serta tidur yang tidak kurang, I’tikaf pun di rekayasa sesempatnya, baca Al-Qur’an dibaca sekenanya di waktu yang sisa, tidak sempat menggali makna yang terkandung di dalam nya, apalagi sampai mengamalkan nya.  berinfak alakadar nya, bukan semaksimal nya. Ingin berharap surga dalam lamunan, tetapi ibadah dalam keterlenaan.

Betapa cepat Ramadhan meninggalkan kita, tak terkejar langkah nya yang semakin cepat melesak bak anak panah yang meluncur dari busur nya. Sementara kita lagi di buai dan di nina bobokan dengan pekerjaan, dagangan dan lain-lain, di buai dengan tatapan indah keduniaan, sibuk menyiapkan segala sesuatu nya untuk berlebaran, sedang Ramadhan menjadi tanpa isi dan tanpa ma’na.

Kita meminta ni’mat kubur dan bukan siksa kubur, kita meminta surga dan di jauhkan dari neraka. Tetapi Ramadhan dilalaikan seakan bertemu dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang. Emank ajal serta umur ditangan kita? Emank kematian kita yang atur? Seakan mendapat jaminan untuk bertemu Ramadhan kedepan nya.

Sahabat yang beriman, jadikan Ramadhan ini adalah Ramadhan yang terakhir, ketahuilah bahwa yang sangat menyesal, penuh kesedihan dan kekecewaan adalah penghuni kubur, mereka ingin untuk keluar dari kubur, beribadah dengan kesungguhan dan sepenuh hati tanpa pernah menyia-nyiakan waktu yang ada pada Ramadhan ini, walaupun, sedetik, semenit, sehari dan seterus nya, sedang kita yang diberikan Ramadhan pada ogah-ogahan.

Sahabat yang beriman yang perlu di catat dalam benak kita adalah “Ramadhan bukan tentang siapa yang pertama datang menyambut, tetapi siapa yang paling kuat bertahan hingga akhir di penghujung Ramadhan”.

“Ya Allah sesungguhnya engkau maha pemaaf, engkau suka memberi maaf, maka maafkan lah kami”.

“ Ya Allah jadikan lah umur terbaik kami, ada di akhir usia kami dan jadikanlah amal-amal kami yang terbaik ada di penghujung dan penutup nya, serta jadikanlah hari-hari terbaik kami adalah hari-hari di saat kami berjumpa denganMu.”

Allahu a’lamu bis-shawab.

 

 

Tags: HeadlineramadhanSyamsuddin Arfah

Berita Lainnya

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia
Ekonomi

Digitalisasi Tanpa Batas: QRIS dan Wajah Ekonomi Indonesia

8 April 2026 14:41
Ekonomi

Jangkar Stabilitas di Tengah Badai Geopolitik

25 Maret 2026 15:39
Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia
Opini

Ikhtiar Menjaga Hak Pilih : Peluang Penggunaan Special Voting Arrangement (SVA) pada Pemilu dan Pemilihan di Indonesia

13 Maret 2026 05:28
Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara
Ekonomi

Ekspansi Kredit dan Optimisme Konsumen Perkuat Prospek Ekonomi Kalimantan Utara

4 Maret 2026 17:40
Membumikan Ekonomi Syariah di Utara Borneo
Ekonomi

Membumikan Ekonomi Syariah di Utara Borneo

4 Maret 2026 17:29
BI Tahan Bunga Acuan
Ekonomi

BI Tahan Bunga Acuan

23 Februari 2026 17:19
Next Post

Pantau Arus Mudik, Kapolres Tarakan: Jangan Overload Keselamatan Nomor Satu

Kebocoran Pipa Induk Indulung, Suplay Air PDAM Dipastikan Tetap Stabil Di Akhir Ramadhan

PP GMKI Kartu Merah Polda Kaltara, Buntut Pencopotan Kabid Propam dan Hilangnya Barang Bukti

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • KM Lambelu Docking Tahunan, Pelni Buka Rute Khusus Tarakan – Surabaya – Jakarta Berangkat 24 April 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi Gerindra Respons Tuntutan Aliansi GAMPAR Terkait Pencopotan Ketua DPRD Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ORKI Kaltara Targetkan Pembentukan Pengurus di Seluruh Kabupaten dan Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Instruktur Berkarakter dan Profesional, ORKI Kaltara Gelar TFI Batch 2 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Kaltara Ajak Perusahaan Terlibat Perbaikan Jalan melalui CSR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Bisa Jadi Pilot Project Nasional, Pansus IV DPRD Kaltara Konsultasikan Raperda Literasi ke Kemendikdasmen

Bisa Jadi Pilot Project Nasional, Pansus IV DPRD Kaltara Konsultasikan Raperda Literasi ke Kemendikdasmen

12 April 2026 09:51
Pansus IV DPRD Kaltara Matangkan Raperda Literasi, Gandeng Perpusnas Hadapi Tantangan AI

Pansus IV DPRD Kaltara Matangkan Raperda Literasi, Gandeng Perpusnas Hadapi Tantangan AI

12 April 2026 09:35
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP