• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Ekonomi

BI Tahan Bunga Acuan

Amunisi Menjaga Rupiah dan Nafas Sektor Properti

by Redaksi
23/02/2026
in Ekonomi, Opini
A A
BI Tahan Bunga Acuan

BI-Rate. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – Mengawali kuartal pertama tahun 2026, ekonomi Indonesia berada di persimpangan jalan yang cukup menantang.

Di satu sisi, tekanan inflasi global akibat fluktuasi harga komoditas energi masih membayangi, ditambah dengan kebijakan suku bunga bank sentral negara-negara maju yang belum sepenuhnya melandai. Di sisi lain, mesin pertumbuhan ekonomi domestik memerlukan stimulus likuiditas agar tetap bergerak cepat, terutama untuk mendorong sektor konsumsi dan investasi yang menjadi tulang punggung PDB.

Baca Juga

Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Strategis Bersama Investor Singapura

Akseptasi dan Literasi Digital, Misi Utama BI Kaltara di QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026

Bupati Malinau Dorong Perluasan QRIS ke Berbagai Sektor Usaha Pasca Launching di Pelabuhan

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Hadirkan Keseruan Nobar Final Pesta Bola Dunia 2026 Bersama MyPertamina

Publik menantikan arah kebijakan moneter dari otoritas tertinggi. Apakah Bank Indonesia akan menaikkan bunga untuk membentengi Rupiah, atau justru menurunkannya demi memacu kredit? Jawaban atas teka-teki tersebut akhirnya terjawab dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% mungkin bagi sebagian pelaku pasar terasa “hambar”. Namun, jika kita melihat gambaran besar ekonomi global dan domestik saat ini, langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah strategi “wait and see” yang sangat terukur.

Dengan suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%, BI mengirimkan pesan jelas: Stabilitas adalah prioritas utama. Meskipun inflasi domestik mungkin terlihat melandai, tekanan eksternal, terutama kebijakan suku bunga bank sentral global yang masih fluktuatif, menuntut BI untuk tidak terburu-buru melakukan pelonggaran (pangkas bunga).

Menjaga selisih suku bunga tetap menarik adalah kunci agar aliran modal asing tidak “parkir” ke luar negeri, yang pada gilirannya menjaga otot Rupiah.

Keputusan untuk tidak menaikkan suku bunga adalah kabar baik bagi dunia usaha. Di tengah upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi tahun 2026, kenaikan suku bunga akan menjadi beban tambahan bagi biaya pinjaman modal. Dengan BI-Rate yang tertahan di 4,75%, perbankan diharapkan tetap memiliki ruang untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang kompetitif. Fokusnya kini bukan lagi pada seberapa tinggi bunga, melainkan seberapa efektif likuiditas mengalir ke sektor-sektor produktif.

Kebijakan moneter bukanlah obat instan. Perubahan suku bunga biasanya membutuhkan waktu 4 hingga 6 kuartal untuk benar-benar terasa dampaknya di lapangan. Dengan mempertahankan tingkat bunga saat ini, BI memberikan kesempatan bagi transmisi kebijakan sebelumnya untuk bekerja maksimal tanpa intervensi baru yang bisa memicu volatilitas yang tidak perlu.

Keputusan menahan suku bunga adalah bentuk “benteng” pertahanan bagi nilai tukar. Dengan BI-Rate yang tetap stabil, Indonesia menjaga daya tarik aset keuangan domestik bagi investor asing.

• Daya Saing Imbal Hasil: Di mata investor, suku bunga 4,75% memberikan tingkat bunga riil yang positif jika dibandingkan dengan tingkat inflasi. Hal ini mencegah terjadinya aliran modal keluar yang biasanya memicu depresiasi Rupiah.

• Stabilitas Impor: Bagi industri yang sangat bergantung pada bahan baku impor, Rupiah yang stabil adalah kunci untuk menjaga biaya produksi agar tidak membengkak di awal tahun 2026 ini.

Bagi industri properti, keputusan ini lebih berfungsi sebagai “penahan kejatuhan” ketimbang stimulus murni.

• Kepastian Suku Bunga KPR: Dengan bunga acuan yang tidak naik, perbankan tidak memiliki alasan kuat untuk mengerek suku bunga KPR dalam waktu dekat. Ini memberikan kepastian bagi calon pembeli rumah yang sedang dalam tahap pengajuan kredit.

• Psikologi Konsumen: Status mempertahankan ini memberikan rasa aman bagi masyarakat kelas menengah bahwa beban cicilan mereka tidak akan melonjak drastis, yang diharapkan dapat menjaga momentum permintaan hunian di kuartal pertama tahun ini.

Pada akhirnya, keputusan RDG Bank Indonesia untuk memaku BI-Rate di level 4,75% bukanlah sebuah sikap pasif. Ini adalah strategi “pengereman halus” yang presisi, sebuah upaya menjaga agar mesin pertumbuhan ekonomi tidak mogok karena bunga yang terlalu tinggi, namun juga tidak meledak karena inflasi yang liar.

Di tengah ketidakpastian global tahun 2026, stabilitas adalah komoditas yang mahal. Dengan menjaga suku bunga tetap, BI tidak hanya sedang mengelola angka-angka di atas kertas, tetapi sedang membangun kepercayaan (trust).

Kepercayaan bagi emiten untuk berekspansi, bagi perbankan untuk menyalurkan kredit, dan bagi masyarakat untuk tetap optimis mencicil masa depan. Langkah ini menegaskan satu hal: Indonesia sedang memilih jalur pertumbuhan yang berkualitas, pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga kokoh dan terjaga dari badai volatilitas.

Oleh:

Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M

Direktur Politeknik Bisnis Kaltara

Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI

Tags: Bank IndonesiaBIBI KaltaraBI-RateBungaDr. Ana SriekaningsihHeadlineInflasi

Berita Lainnya

Daerah

Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Strategis Bersama Investor Singapura

21 Juli 2026 20:57
Ekonomi

Akseptasi dan Literasi Digital, Misi Utama BI Kaltara di QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026

21 Juli 2026 17:23
Ekonomi

Bupati Malinau Dorong Perluasan QRIS ke Berbagai Sektor Usaha Pasca Launching di Pelabuhan

21 Juli 2026 14:39
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Hadirkan Keseruan Nobar Final Pesta Bola Dunia 2026 Bersama MyPertamina
Daerah

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Hadirkan Keseruan Nobar Final Pesta Bola Dunia 2026 Bersama MyPertamina

21 Juli 2026 14:27
Ekonomi

Pelabuhan Malinau Siap QRIS: Langkah Nyata Bank Indonesia Dorong Keuangan Digital di Kaltara

21 Juli 2026 11:23
Daerah

Pemprov Resmi Luncurkan SINERGI Kaltara, UMKM Disiapkan Masuk Rantai Pasok Industri

21 Juli 2026 11:04
Next Post
Serap Aspirasi Petani Tarakan, Dino Andrian Diminta Perjuangkan Jalan Usaha Tani dan Alsintan 

Serap Aspirasi Petani Tarakan, Dino Andrian Diminta Perjuangkan Jalan Usaha Tani dan Alsintan 

Dino Andrian Dorong Pemprov Kaltara Bangun Lapangan Mini Soccer Murah untuk Gen Z

Dino Andrian Dorong Pemprov Kaltara Bangun Lapangan Mini Soccer Murah untuk Gen Z

Transformasi Digital ATR/BPN Permudah Masyarakat Pantau Layanan Pertanahan Lewat Sentuh Tanahku

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Di Gerbang Pesantren, Pelukan dan Doa Ibrahim Ali untuk Putri Sulung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Bogor ke Tana Tidung, Pengabdian Tanpa Batas Urvana Florensius

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelepasan Anggota KORPRI Purnabakti, Plt Sekda Tarakan Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecamatan Tarakan Barat Tempati Kantor Baru, Sijabat: Pelayanan Lebih Maksimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kawal Kedaulatan Batas Negara Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat Wilayah Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Wagub Buka Musda III Gapensi, Tekankan Peran Strategis Infrastruktur dan Tenaga Kerja Lokal

Wagub Buka Musda III Gapensi, Tekankan Peran Strategis Infrastruktur dan Tenaga Kerja Lokal

22 Juli 2026 19:07

Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Otorita IKN, Gelar Refreshment Pemadam

22 Juli 2026 19:03
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP