• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Gus Miftah dan Penjual Es Teh dalam Sudut Pandang Etika

by Redaksi
06/12/2024
in Opini
A A

Dimas Purna Cipta Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Acara pengajian yang seharusnya menjadi siraman rohani bagi pendengarnya berubah menjadi luapan kemarahan masyarakat. Pengajian yang digelar Majelis Al Hidayah dengan mengundang Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Miftah sebagai penceramah di Dusun Gesari, Kelurahan Banyusari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi heboh di masyarakat.

Kehebohan terjadi setelah potongan video cuplikan ceramah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman ini beredar luas. Gus Miftah dianggap merendahkan Sunhaji, seorang penjaja minuman keliling yang menjajakan minumannya diantara banyaknya jamaah pengajian.

Baca Juga

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah

BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​

Dalam perjalanan karirnya, Gus Miftah meraih popularitas ketika memulai dakwahnya dengan mengajak kaum marjinal untuk mengenal lebih dekat Tuhannya.

Gus Miftah mulai dikenal ketika berdakwah di sebuah klub malam di Bali pada tahun 2018. Lantas mendatangkan pro kontra di kalangan masyarakat, terkait etika berdakwah di tempat hiburan malam dan pendengar ceramahnya yang berpakaian cenderung terbuka.

Pada tahun 2022 yang lalu, juga beredar potongan video yang membuat ramai media sosial. Acara gelaran wayang di pesantren milik Gus Miftah dengan dalang Ki Warseno Slank ini dianggap sebagai tindakan tidak beretika, karena melakukan sindiran kepada salah satu pendakwah lainnya.

Dalam perspektif etika deontologi yang dipopulerkan oleh Immanuel Kant, berpendapat bahwa tindakan moral harus didasarkan pada prinsip universal yang dapat diterapkan oleh semua orang dalam semua situasi.

Moralitas tidak tergantung pada konsekuensi tindakan, tetapi pada apakah tindakan itu sesuai dengan kewajiban moral. Tindakan Gus Miftah menunjukkan pelanggaran terhadap kewajiban moral dan prinsip universal.

Tokoh Agama yang seharusnya berperan sebagai pihak yang memberikan pencerahan, dengan mengajak masyarakat menjalankan kewajiban, seperti yang dicontohkan oleh para Nabi dan tertera dalam kitab suci.

Tetapi, malah menjadikan umat manusia lain sebagai bahan bergurau ketika mencari nafkah dan mengajak jamaah lainnya untuk ikut tertawa.

Gus Miftah pada Rabu (4/12/2024) bersama dengan wartawan telah mendatangi rumah Sunhaji di Magelang, Jawa Tengah untuk melakukan klarifikasi. Gus Miftah sekaligus meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial.

Dalam sudut pandang etika utilitarianisme yang dipopulerkan oleh Jeremy Bentham, ia berfokus dengan menilai tindakan etis berdasarkan manfaat yang dihasilkan untuk sebanyak mungkin orang.

Langkah Gus Miftah untuk meminta maaf secara langsung di kediaman Sunhaji tidak hanya mengembalikan martabat Sunhaji sebagai kepala keluarga yang sedang berjuang mencari nafkah bagi keluarganya, tetapi juga menjaga nama baik pemerintah dikarenakan kedudukan Gus Miftah sebagai pejabat publik.

Penulis :

Dimas Purna Cipta

Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Editor :

Slamet Pratomo Redaktur Fokusborneo.com 

Artikel berjudul : “Gus Miftah dan Penjual Es Teh dalam Sudut Pandang Etika”

Terbit di Media online Fokusborneo.com.

Tags: Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada YogyakartaOpini

Berita Lainnya

Opini

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang
Opini

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

18 Juli 2026 08:58
Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah
Opini

Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah

1 Juli 2026 12:26
BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​
Opini

BI-Rate Meningkat, Momentum UMKM Kuliner Menata Ragam dan Jaring Digital  ​

24 Juni 2026 22:37
Penjaringan Mitra untuk Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal: Jangan Sekadar Mencari Investor, Tetapi Mencari Penggerak Ekonomi Daerah
Ekonomi

Penjaringan Mitra untuk Kawasan Wisata Ratu Intan Pantai Amal: Jangan Sekadar Mencari Investor, Tetapi Mencari Penggerak Ekonomi Daerah

19 Juni 2026 09:20
Bukan Sekadar Krisis Akhlak
Opini

Bukan Sekadar Krisis Akhlak

17 Juni 2026 15:23
Next Post

Pria di Nunukan Kedapatan Bawa 13 Bungkus Sabu

Kapolri Tegaskan Hukuman Maksimal untuk Bandar Narkoba: Fokus Pemberantasan dari Hulu ke Hilir

PT Pertamina Hulu Indonesia dan PT Pertamina Hulu Mahakam Berhasil Pertahankan Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Di Gerbang Pesantren, Pelukan dan Doa Ibrahim Ali untuk Putri Sulung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelepasan Anggota KORPRI Purnabakti, Plt Sekda Tarakan Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Niat Menolong Berujung Petaka, Mahasiswa di Tarakan Ditikam Begal di Gusel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecamatan Tarakan Barat Tempati Kantor Baru, Sijabat: Pelayanan Lebih Maksimal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan 82 ASN di Tana Tidung, Bupati Tekankan Kinerja dan Integritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Ketua TP PKK Tarakan Hj. Rujiah Khairul Ajak Kader Aktif Edukasi Gizi Masyarakat

25 Juli 2026 09:53

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP