• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

“Pesona” Militer melahirkan Pendidikan berakal

by Redaksi
8 Mei 2025 09:29
in Opini
A A
“Pesona” Militer melahirkan Pendidikan berakal

Bahar Mahmud. S.Pd,. Gr. Guru SDIT Ulul Abab Kota Tarakan. Foto: ist.

0
VIEWS

Baca Juga

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas

QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Bapak Dedy Mulyadi memasukan pelajar dalam kategori “nakal” kedalam barak militer untuk dilatih menuai pro dan kontra.

Bagi yang pro menilai ini sebagai terobosan yang bagus sebab pendidikan “ala militer” dianggap tepat untuk mendisiplinkan pelajar yang masuk dalam kategori “nakal”. Pelajar yang masuk kategori “nakal” adalah pelajar yang dianggap terlibat dalam tawuran, balap liar, melawan dengan orang tua, dan meminum minuman keras.

Bagi yang Pro kebijakan ini adalah terobosan cerdas bahkan ada Netizen yang berharap kebijakan ini dijadikan kebijakan nasional bukan hanya di Jawa Barat saja tetapi diterapkan juga di Provinsi lain.

Bagi yang Kontra menganggap terobosan ini akan melahirkan stigma negatif terhadap pelajar yang masuk dalam barak militer. Stigma sebagai pelajar “nakal” akan melekat dan menjadi “label” tersediri.

Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusian. Dalam pendidikan modern stigmanisasi tidak boleh dilakukan, karena pada hakikatnya semua manusia memiliki potensinya masing-masing.

Secara umum belajar dapat didefinisikan sebagai proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman baru melalui pengalaman, pendidikan, atau pelatihan.

Ki Hajar Dewantara yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional mengungkapkan beberapa pemikiran tetang pendidikan.

1. “Hakikat Pendidikan adalah Upaya untuk menuntun anak-anak (pelajar) agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagian setinggi-tingginya”. Keselamatan dan kebahagian adalah dua kata kunci dari tujuan pendidikan nasional menurut ki Hajar Dewantara. Seorang pelajar dikatakan sukses masa depannya jika mencapai Keselamatan dan Kebahagian. Maknanya adalah pendidikan bertanggung jawab atas keselamatan pelajar dari pengaruh-pengaruh negatif yang “membahayakan” masa depannya. Keselamatan dapat juga bermakna pendidikan haruslah menjadi “penunjuk” arah yang tepat untuk menjamin masa depan. Sementara Kebagian dapat dimaknai bahwa pelajar akan mencapai apa yang ia cita-citakan. Bahagia bisa juga bermakna ketenangan hati karena ia berhasil menjadi seperti apa yang diharapkannya.

2. “Pendidikan Harus mempertimbangkan kodrat Alam (potensi atau bakat) dan kodrat Zaman (kondisi sosial dan budaya)”. Segala kebijakan yang berorientasi kepada pelajar harus mempertimbangkan kodrat Alam dan Kodrat Zaman. Tidak mungkin kita memaksa burung untuk berenang sementara burung jago dalam urusan terbang, tidak mungkin kita memaksa ikan untuk berlari sementara ikan jago dalam urusan berenang, dan tidak mungkin kita memaksa serigala terbang sementara serigala Jago dalam berlari. Seperti itulah harusnya arah kebijakan dengan mempertimbangkan Kodrat dari masing-masing pelajar.

3. “Pendidikan bukan hanya sekedar mentransfer pengetahuan tetapi juga menuntun pelajar untuk berkembang sesuai dengan kodratnya”. Pendidikan tidak boleh dimaknai hanya transfer pengetahuan karena pengetahuan hanyalah satu diantara sekian banyak faktor penentu keberhasilan.

4. “Guru memiliki peran sebagai pembimbing dan penuntun. Bukan hanya sekedar memberikan pengetahuan. Guru harus memahami potensi dan kebutuhan setiap anak”. Guru yang paham akan potensi dan kebutuhan siswa akan mampu memberikan perlakuan yang tepat kepada peserta didik agar menemukan jalan kesuksesannya. Sebaliknya Guru yang tidak paham akan potensi dan kebutuhan peserta didiknya cenderung akan salah dalam memberikan perlakuan dan pada Akhirnya bukan sukses yang didapatkan malah justru kegagalan.

5. Pendidikan tidak hanya terjadi dilingkungan sekolah tetapi juga di keluarga dan di masyarakat.” Jika pendidikan sepenuhnya hanya dibebankan kepada sekolah tampa keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat maka bisa dipastikan peserta didik akan sangat kesulitan mencapai kesuksesannya. Harus terjadi integrasi antara pendidikan di sekolah, di keluarga, dan di lingkungan masyarakat.

Dari beberapa inti sari dari pendapat Ki Hajar Dewantara diatas mari kita coba untuk melihat kebijakan Gubernur Jawab Barat dalam sudut pandang yang Netral untuk kemudian kita simpulkan apakah kebijakan ini benar? Atau Apakah kebijakan ini Salah?

Pelajar yang suka tawuran pada hakikatnya sedang ingin menunjukan eksistensi nya sebagai manusia yang kuat, manusia yang benar, dan manusia yang punya harga diri. Tawuran adalah proses mencari eksistensi agar mereka dikatakan kuat, benar, dan punya harga diri. Mereka tidak memperdulikan tetang Resiko yang akan mereka hadapi bagi mereka eksistensi adalah segalanya. Proses menemukan eksistensi diri ini sebenarnya jika dikelolah dengan baik maka akan melahirkan nilai-nilai kebaikan untuk diri mereka, keluarga, dan bahkan Negara.

Pelajar yang suka tawuran punya nyali yang luar biasa dan tidak semua pelajat bisa seperti mereka. Nyali Inilah yang saya maknai sebagai kodrat Alam yang ada pada diri mereka dan jika diarahkan ketempat tepat maka akan menghantarkan mereka memiliki masa depan yang cerah.

Pelajar yang memiliki Nyali atau keberanian ngak bisa dididik oleh guru yang “lemah” harus dididik dengan guru yang “keras” dan penuh kedisiplinan maka sangat tempat dan sangat cocok untuk mengembangkan nyali atau keberanian pelajar ini agar terarah dengan benar adalah berlatih di barak militer. Mereka akan tetap memiliki nyali atau keberanian tetapi nyali mereka sudah diarahkan untuk membela diri, keluarga, dan Negara.

“Beda penyakit maka beda obatnya” dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemimpin haruslah benar-benar cermat dan memikirkan dampak positif dan negatif yang akan timbul pasca kebijakan itu diberlakukan.

Dalam konteks kebijakan Gubernur Jawa Barat yang memasukan anak-anak yang suka tawuran, membantah kepada orang tuanya, dan beberapa “kenakalan” lainnya untuk dididik dalam barak militer adalah terobosan yang sangat luar biasa sebab memang anak-anak dengan kategori tersebut perlu bimbingan Khusus dari Guru, pelatih, atau mentor yang benar-benar memilik kapasitas. Pelibatan “militer” dalam mendidik anak-anak dalam kategori tersebut sudah dirasa Benar.

Yang perlu menjadi catatan bagi kita semua adalah tidak semua pelajar bisa dididik di barak militer, tetap harus mempertimbangkan banyak aspek.

Pedidikan adalah Upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa oleh karenanya keterlibatan semua pihak termasuk militer dalam beberapa “masalah” menyangkut pendidikan sangatlah dibutuhkan.

Saya percaya Pendidikan ala Militer akan merubah “pelajar Nakal” menjadi “Pelajar Berakal” inilah yang saya maknai “Pesona” Militer melahirkan Pendidikan berakal.

Penulis : Bahar Mahmud,S.Pd,Gr (Guru SDIT Ulul Abab)

Tags: Bahar MahmudGubernur JabarHeadlineKang Dedi MulyadiMiliterPendidikanSDIT Ulul Albab

Berita Lainnya

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!
Ekonomi

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

27 Januari 2026 22:53
Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas
Opini

Wujudkan Pendidikan Teologi Berintegritas

22 Januari 2026 05:50
QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat
Ekonomi

QRIS: Meningkatkan Efisiensi dan Keamanan Transaksi di Pelabuhan Speed Boat

21 Januari 2026 20:26
Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL
Ekonomi

Begini Cara Thailand Memajukan UMKM dan Memuliakan PKL

11 Januari 2026 19:22
Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet
Ekonomi

Mikroprudensial sebagai Jangkar Pertumbuhan Ekonomi: Meningkatkan Inklusi Keuangan Melalui Peran E-Wallet

8 Januari 2026 11:42
Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy
Opini

Polri Harus Transparan dan Partisipatif Membendung “Wabah” Paham Radikal Neo Nazi-White Supremacy

6 Januari 2026 15:27
Next Post

Soroti Masalah Outsourcing dan Perlindungan Pekerja, Disnaker Perkuat Pengawas

Terduga Pelaku Kasus Pelecehan Sudah Bukan Siswa SMK Waskito Lagi

Terduga Pelaku Kasus Pelecehan Sudah Bukan Siswa SMK Waskito Lagi

Khairul Sambangi Kantor Google Indonesia, Wujudkan 4 Sekolah KSRG

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Karantina Kaltim Gagalkan Penyelundupan 2.865 Burung Asal Sulawesi di Pelabuhan Semayang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karantina Kaltim Musnahkan Ribuan Bangkai Burung Hasil Penyelundupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Zidane, Mahasiswa Kedokteran UBT dari Perbatasan Tembus Ketatnya Beasiswa Sobat Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Ekor Buaya di Embung Persemaian Berhasil Ditangkap, Diduga Masih Ada Predator Lain Berkeliaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mubes VII PDKT di IKN, Wagub Kaltara Tekankan Persatuan dan Budaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

Dengan QRIS Jualan Makin Sat-Set, Rezeki Makin Tak Seret!

27 Januari 2026 22:53
Ketua DPRD Kaltara Terima LHP BPK, Fokus pada Pengelolaan Lingkungan Sektor Pertambangan

Ketua DPRD Kaltara Terima LHP BPK, Fokus pada Pengelolaan Lingkungan Sektor Pertambangan

27 Januari 2026 21:13
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP