TANJUNG SELOR, – Banjir yang kerap terjadi di Jalan Gereja Jelarai Tengah, Jelarai Selor, Tanjung Selor, Kalimantan Utara mengakibatkan aktivitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 3 Tanjung Selor terganggu.
Wakil Ketua 2 DPRD Bulungan, Tasa Gung bersama Anggota DPRD lainnya melakukan peninjauan dan dialog langsung dengan pihak SMPN 3 menyusul dampak banjir yang kerap melanda sekolah tersebut.



“Setiap kali hujan deras, pasti mengakibatkan banjir. Jadi, sekolah tergenang air sampai mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kalau seperti ini kan menghambat aktivitas pendidikan juga,†ujar Wakil Kepala SMPN 3, Yohanes Yopang.



Menanggapi keluhan tersebut, Tasa Gung menyatakan komitmennya untuk menjembatani komunikasi dengan pihak terkait, guna mencari solusi terbaik mengatasi masalah banjir yang berdampak pada SMPN 3.




“Saya akan segera mengambil langkah konkrit untuk membantu. Semoga upaya ini dapat segera memberikan solusi dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif,†katanya.
Ia tambahkan, kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian DPRD Bulungan terhadap pendidikan dan masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya (dapil). Tasa Gung juga menunjukkan sinergi positif antara Anggota DPRD Bulungan dan elemen masyarakat dalam mengatasi permasalahan di lapangan.

“Ini faktor alam yang musiman ya, tidak juga diharapkan terjadi dengan kondisi seperti ini. Pemerintah harus memberikan perhatian khusus, mungkin bukan cuma sekolah SMPN 3 yang terdampak,†ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah daerah kedepannya melalui instansi terkait untuk dapat melihat atau mengecek kondisi sekolah yang terdampak banjir. Tidak hanya fasilitas, tetapi juga kondisi kelas maupun fasilitas umum lainnya.
Menurutnya, peserta didik sudah terganggu dengan sistem belajar karena ruangan sudah terpenuhi air. Ia pun memberikan tawaran jika memungkinkan membangun SMPN 3 ke lokasi yang representatif dan bebas banjir.
“Nanti kita akan panggil instansi terkait, misalnya dari hasil tinjauan kami di lapangan ini akan dibawa diskusi dengan pemerintah dan instansi terkait termasuk Dinas PU dan Dinas Pendidikan,†ungkapnya.
Terlebih lagi menurut analisanya, banjir yang sudah sering terjadi berulang-ulang saat hujan deras perlu peningkatan pembangunan. “Supaya tidak terendam banjir lagi. Nanti kita coba usulkan agar bisa dianggarkan,†tandasnya.
Sementara itu, Anggota komisi II DPRD Bulungan, Sunaryo mengakui anggaran yang terbatas dan efisiensi anggaran saat ini, masih belum memungkinkan untuk membangun sekolah. Namun, pihaknya akan tetap mengusulkan agar bisa masuk dalam skala prioritas.
“Kan tinggal pemerintah melihat, kondisi seperti ini kan terkait dengan kegiatan belajar mengajar. Kalau melihat lokasi di sini kan mungkin bukan hanya sekolahnya saja yang terdampak, tetapi mungkin warga setempat juga,†ungkapnya.
Ia akan mengusulkan dilakukan siring untuk menanggulangi banjir atau terpal sebagai langkah solusi sementara. Namun, tentu melibatkan Dinas PU dan Dinas Pendidikan.
“Kalau terkait penganggaran, kami sebagai wakil rakyat akan coba. Minimal kalau tidak bisa di APBD Perubahan bisa di APBD 2026. Apalagi wilayah ini kan memang rawan banjir dan berada di pinggir sungai, sebenarnya sekolahnya bersih tapi karena banjir jadi kotor,†pungkasnya. (hr)