Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Pendidikan · 6 Okt 2021 16:26 WITA ·

Usulan Diterima Mendikbudristek, Adri Patton Berharap Fakultas Kedokteran UBT Segera Terwujud


Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyerahkan usulan pembukaan Fakultas Kedokteran UBT kepada Dirjen Dikti Kemendikbudristek Prof. Nizam. Foto : Istimewa Perbesar

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang menyerahkan usulan pembukaan Fakultas Kedokteran UBT kepada Dirjen Dikti Kemendikbudristek Prof. Nizam. Foto : Istimewa

JAKARTA – Usulan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk membuka Fakultas Kedokteran mendapat respon baik dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Respon tersebut, disampaikan saat Rektor UBT bersama Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) mengajukan usulan ke Kementerian Dikbudristek di Jakarta, Selasa (5/10/21). 

Rektor UBT Prof. Adri Patton mengatakan dalam penyampaian usulan pembukaan Fakultas Kedokteran ke Kemendikbudristek, jajaran UBT di dampingi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Paliwang, Anggota DPD RI Martin Billa, Ketua DPRD Provinsi Kaltara Norhayati  Andris, Wali Kota Tarakan dr. Khairul. Usulan tersebut, diterima Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Prof. Nizam.

“Yang jelas itu mimpi saya sebagai Rektor bagaimana Universitas Borneo Tarakan (UBT) memiliki Fakultas Kedokteran. Alhamdulillah mendapat dukungan dari Pak Gubernur, Ketua DPRD, Wali Kota Tarakan, serta Bupati se Kalimantan Utara (Kaltara), kepala Dinas semuanya, para dokter dan mereka siap. Sebagai bukti nyata pak Gubernur, hari kemarin bersama-sama langsung menghadap mas Menteri yang diterima langsung Dirjen Dikti Prof. Nizam bersama tim,” kata Rektor UBT Prof. Adri Patton saat diwawancarai Fokusborneo.com melalui sambungan telepon.

Mendikbudristek Nadiem Makarim audien dengan Rektor UBT, Gubernur Kaltara dan rombongan terkait usulan pembukaan Fakultas Kedokteran UBT. Foto : Istimewa

Dijelaskan Adri Patton, saat audien, Mendikbudristek Nadiem Makarim menerima usulan UBT untuk membuka Fakultas Kedokteran. Dalam pembukaan Fakultas Kedokteran, UBT akan dibina dan dibimbing Universitas Gajah Mada (UGM).

“Pada prinsipnya pak Menteri mas Nadiem Makarim akan mendukung dan menerima usulan kita dan tinggal melengkapi. Ini segera kita lakukan dan sepulang kami dari Jakarta, akan melakukan berbagai macam proses persiapan melengkapi persyaratan-persyaratan,” ujar Adri Patton.

Dikatakan Adri Patton, untuk infrastruktur seperti ruang belajar, laboratorium termasuk rumah sakit pendidikan, semua sudah siap. Sebab di Kota Tarakan ada beberapa rumah sakit pendidikan yang bisa digunakan seperti RS. TNI AL, RSUKT dan RSUD Tarakan Provinsi.

“Pada prinsipnya mas Nadiem Makarim sangat merespon, apalagi kita di Kaltara Provinsi terbaru berada di daerah 3T. Sehingga beliau sangat menginginkan, merespon dan mendukung itu,” jelas Adri Patton.

Rektor UBT Prof. Adri Patton bersama Gubernur Kaltara Zainal Paliwang dan rombongan melakukan audien dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto : Istimewa

Dalam pembukaan Fakultas Kedokteran, dijelaskan Adri Patton UBT membutuhkan ijin rekomendasi dari L2 Dikti, Konsil Kedokteran Indonesia, Departemen Kesehatan dan berbagai macam persyaratan lainnya. Untuk proposal, UBT sudah menyiapkan.

“Karena mendirikan Fakultas Kesehatan ini masalah nyawa manusia dan kesehatan manusia, jadi harus benar-benar dipersiapkan. Para mahasiswa yang nanti masuk adalah mereka-mereka yang memiliki kompetensi yang betul-betul berkualitas. Sehingga lulusannya tidak kalah bersaing dengan lulusan Universitas lainnya dan bisa memberikan pelayanan publik khususnya di bidang kesehatan,” beber Adri Patton.

Mewakili UBT, Adri Patton mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kaltara yang memiliki komitmen khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini dibuktikan dengan ikut menghadap Mendikbudristek untuk pengajuan usulan pembukaan Fakultas Kedokteran.

Pejabat UBT foto bersama Dirjen Dikti Kemendikbudristek Prof. Nizam. Foto : Istimewa

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pak Gubernur yang memiliki komitmen khususnya dalam pengembangan SDM di Kaltara sesuai dengan visi dari pada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara yang berubah maju dan sejahtera,” ucap Adri Patton.

Adri Patton berharap 2022 Fakultas Kedokteran UBT sudah terbentuk. Meskipun pembentukan Fakultas Kedokteran sekarang sedang di moratorium, tapi untuk daerah pedalaman dan Provinsi baru serta daerah yang berada di 3T, menjadi prioritas Kemendikbudristek dan pemerintah.

“Harapannya bagaimana nantinya semua pemerintah Kabupaten dan Kota di Kaltara serta stakeholder lainnya, bisa berkolaborasi dan bersinergitas supaya program Fakultas Kedokteran bisa segera terealisasi. Harapan kita tahun 2022, sudah bisa terealisasi. Melalui bimbingan dan pembinaan dari UGM saya yakin akan segera terwujud mimpi besar saya,” harap Adri Patton.(Mt)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mulai 29 November, 806 Peserta Akan Ikuti SKB CPNS Kaltara

29 November 2021 - 11:32 WITA

Gencarkan Pembangunan Kaltara, Gubernur Jalin Kerja Sama dengan Unpad dan PT ENM

25 November 2021 - 10:36 WITA

Rapat KPAI dan Pemkot Tarakan: Kenaikan Kelas Wewenang Sekolah

24 November 2021 - 19:37 WITA

Proses Belajar di SDN 051 Tarakan Normal Tak Ada Intoleransi dan Intimidasi

24 November 2021 - 07:43 WITA

Siswa SDN 051 Tak Naik Kelas, Disdik Tarakan Tegaskan Bukan Soal Intoleransi

23 November 2021 - 19:50 WITA

Terima Aduan Siswa Tak Naik Kelas, KPAI Kunjungi SDN 051 Tarakan

23 November 2021 - 19:10 WITA

Trending di Daerah