Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 18 Mei 2023 20:49 WITA ·

Dikukuhkan Jadi Guru Besar UBT, Daud Nawir : Ini Kebanggaan Seorang Dosen


					Prof. DR,. Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T., dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Teknik Sipil Transportasi Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan. Foto : Fokusborneo.com Perbesar

Prof. DR,. Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T., dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Teknik Sipil Transportasi Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan. Foto : Fokusborneo.com

TARAKAN – Daud Nawir secara resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Teknik Sipil Transportasi Fakultas Teknik (FT) Universitas Borneo Tarakan (UBT), Rabu (17/5/23).

width"300"

Pengukuhan Guru Besar yang dimulai sidang terbuka Senat UBT, selanjutnya diikuti orasi ilmiah dengan tema : “Strategi Pengembangan Jaringan Jalan di Kawasan Perbatasan untuk Meningkatkan Konektivitas dan Peningkatan Ekonomi Regional” di ruang Auditorium Lantai 4, Gedung Rektorat Kampus UBT.

width"300"
width"400"

Dosen FT sekaligus Wakil Rektor 2 UBT Prof. Dr,.-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T., menyampaikan kegembiraannya setelah dikukuhkan menjadi Guru Besar. Menurutnya, gelar Guru Besar/Profesor merupakan impian dan kebanggaan semua dosen tak terkecuali dirinya.

width"450"
width"500"

“Profesor itu sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri, kebanggaan seorang dosen adalah mendapatkan Guru Besar,” kata Daud kepada awak media usai pengukuhan.

Baca juga : Sandang Gelar Profesor, Daud Nawir Jadi Guru Besar Bidang Teknik Sipil Transportasi di UBT

width"400"
width"500"
width"500"

Proses bisa mendapatkan gelar Guru Besar cukup Panjang. Daud yang sudah mengabdi selama 20 tahun menjadi dosen di UBT dari tahun 2003 menceritakan, baru mendapatkan Asisten Ahli pada tahun 2005. Selanjutnya setelah lulus S2 pada tahun 2010 baru mendapatkan Lektor dan Lektor Kepala 2019.

width"300"

“Saya berpatokan kepada visi rektor bahwa harus ada Guru Besar, maka kita semua ini tidak bisa hanya menjadi penonton oleh sebab itu saya semangat untuk melakukan riset pengembangan. Alhamdulillah dalam jangka 2 tahun saya berproses untuk Guru Besar dengan melakukan coaching clinic penulisan dan sebagainya,” jelasnya.

“Jadi proses seorang ke Guru Besar itu membutuhkan proses yang lumayan rumit dan sulit, tetapi kalau memang nawaitu nya untuk perbaikan maka itu tidak menjadi sulit. Terbukti salah satu adik kelas saya Yahya Ahmad Zien kok bisa beliau jadi Guru Besar, padahal saya selesai S3 duluan dari pada beliau. Motivasi itu jadi cambuk, jadi bukan jadi lawan tapi jadi teman kita untuk sama-sama mencapai itu,” tambahnya.

width"400"

Motivasi tersebut, membuat dirinya mengajukan Penilaian Angka Kredit (PAK). Dalam waktu kurang lebih setengah bulan dengan melalui berbagai macam-macam proses mulai penilaian jurnal dan lain sebagainya, PAK nya akhirnya disetujui.

Baca juga : Bahas Penentuan Zonasi PPBD Tahun Ajaran 2023/2024, Ini Pesan Walikota Tarakan

“Kalau tulisannya sudah kita sesuai dengan apa yang menjadi standar, itu kita gak perlu pusing, gak usah takut nanti ada perbaikan dan sebagainya. Tapi nyatanya saya memasukkan sidang Senat tanggal 2 Maret, saya ajukan tanggal 12 Maret, 15-21 Maret menilai, 1 April keluar SK Profesornnya,” bebernya.

“Kendala seorang menjadi Guru Besar itu pasti ada, tapi bagaimana team work saja menulis itu gak bisa sendirian tapi berdua, bertiga. Pasti kita membutuhkan teman-teman seperti tadi saya undang ada Prof. Juliansyah Dale itu dosen ULM Profesor yang loncat dari rektor, saya menggunakan beliau membantu beliau, saya punya teman di Ukraina saya tandem, saya punya teman di Jerman saya tandem, saya sendiri gak bisa,” ucapnya.

Keberhasilannya menjadi Guru Besar, kata Daud tidak terlepas dari dukungan dari keluarga. Berkas dukungan keluarga menjadi semangat dan motivasi untuk bisa mencapai apa yang telah diimpikan.

“Anak saya 2 semuanya saya sekolahkan di Jawa, supaya mereka juga melihat ini loh dunia diluar dan saya fokus menulis. Manajemen waktu, pengelolaan waktu pasti lah tapi disemua kita pasti menggunakan manajemen waktu dan harus ikhlas dengan diri kita dan disaat orang menikmati ini kita harus berjuang dengan ini,” pesannya.

Baca juga : Tinjau Sasaran Fisik, Dansatgas TMMD Sebut Pengerjaan Jalan Sudah Mencapai 65 Persen 

Daud juga mendorong dosen UBT lainnya bisa mengikuti jejaknya. Ia yakin dosen di UBT memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk mencapai gelar Professor.

“Pada prinsipnya kawan-kawan terbelunggu dengan kata susah dan sulit, itu harus kita hilangkan dari mindset kita, kenapa? pola hidup saja disesuaikan sama seperti kita mau diet pasti pola makan dan olahraga, sama menjadi Profesor itu pola hidup yang disesuaikan pola waktunya. Semua orang saya yakin menjadi dosen ini memenuhi kapasitas dan kapabilitas seorang dosen pasti, pesan saya manajemen waktu gunakan tools untuk mempelajari hal-hal baru, ya sesuaikan dengan kultur wilayah kita, jadi saya pikir kalian pasti bisalah,” pungkasnya.

Prof. DR,. Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T., dikukuhkan jadi Guru Besar Bidang Teknik Sipil Transportasi Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan. Foto : Fokusborneo.com

Sementara itu, Rektor UBT Prof. Adri Patton mengatakan dengan dikukuhkannya Daud Nawir, di UBT sekarang ada 4 Guru Besar diantaranya Prof. Adri Patton, Prof. Abdul Jabbarsyah, Prof. Ahmad Yahya Zien, dan Prof. Daud Nawir. Hal itu menjadi kebanggaan bagi dirinya sebagai Rektor karena bisa menelurkan Guru Besar yang lahir langsung dari UBT.

Baca juga : Dua Fighter Borneo Combat Muaythai Tarakan Akan Mengikuti You C1000 ROOKIE SERIES

“Saya syukur Alhamdulillah karena sekarang penambahan Lektor banyak dan itu merupakan perjanjian kinerja antara Rektor dan Menteri, oleh karena itu perjanjian kinerja antara Rektor dan Menteri untuk Guru Besar itu bisa terpenuhi, termasuk juga Lektor Kepala dan sebagainya. Para dosen-dosen yang saya jadikan dosen tetap, sehingga mereka bisa mengurus jadi Asisten Ahli terus masuk ke Lektor, terus dari Lektor ke level Kepala mudah-mudahan nanti menyusul ada yang lompat dari Lektor ke Guru Besar, sudah ada beberapa yang sudah mengajukan,” ungkapnya.

Adri berharap bertambahnya Guru Besar pelayanan publik khususnya di bidang pengajaran di perguruan tinggi semakin bagus di UBT.

“Karena salah satu pelaksanaan akreditasi itu yang ditanya berapa sih Guru Besar yang ada, berapa sih Lektor Kepala mu, berapa sih Doktor mu, semua itu ditanyain. Jadi yang jelas dengan adanya penambahan ini akreditasi kami UBT khususnya akan selalu meningkat,” tutupnya.(Mt)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 139 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Karya Guru dan Pelajar Balikpapan Pecahkan Rekor MURI

19 April 2024 - 07:44 WITA

blank

Pj Wali Kota Tarakan Kunjungi SMP Negeri 6 Tarakan untuk Pengembangan Sekolah

18 April 2024 - 11:47 WITA

blank

Berburu Berkah di Bulan Ramadhan, SDN 014 Tarakan Bagikan Paket Sembako ke Siswa Kurang Mampu

30 Maret 2024 - 19:49 WITA

blank

Satu-Satunya di Kaltara, Bunda Paud Tana Tidung Raih Penghargaan Kebijakan Merdeka Belajar

20 Maret 2024 - 16:15 WITA

blank

Pembukaan PPDB di SMA Negeri 5 Tarakan Tunggu Surat Hibah Lahan Diterbitkan

18 Maret 2024 - 15:13 WITA

blank

PT Pertamina Hulu Indonesia – Pertamina Foundation Luncurkan Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan

17 Maret 2024 - 10:50 WITA

blank
Trending di Daerah