Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 29 Agu 2025

Eco-Briket Mahasiswa Jurusan Akuakultur FPIK UBT, Solusi Energi Terbarukan dari Limbah Mangrove


					PKM UBT berhasil menciptakan inovasi eco-briket dari limbah ranting mangrove. Foto: ist Perbesar

PKM UBT berhasil menciptakan inovasi eco-briket dari limbah ranting mangrove. Foto: ist

TARAKAN, Fokusborneo.com – Kenaikan harga dan kelangkaan gas LPG yang sering meresahkan warga pesisir Juata Laut, Kota Tarakan, kini menemukan titik terang.

Sekelompok mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Jurusan Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) berhasil menciptakan inovasi eco-briket dari limbah ranting mangrove yang dapat menjadi alternatif energi terbarukan.

PKB UBT memberikan pelatihan pembuatan eco-briket kepada ibu-ibu di Juata Laut. Foto: ist

Inovasi ini lahir dari keprihatinan mahasiswa melihat kondisi di Juata Laut yang belum terjangkau jaringan gas alam.

width"400"
width"400"
width"400"

Akibatnya, masyarakat harus merogoh kocek dalam, hingga Rp 80.000 per tabung, hanya untuk mendapatkan gas LPG.

width"300"
width"400"
width"400"
width"400"
width"400"

Tidak hanya memperkenalkan produk, tim mahasiswa UBT juga menggelar pelatihan langsung bersama ibu-ibu PKK setempat. Mereka diajak terlibat aktif, mulai dari proses pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan briket.

width"300"
width"300"
width"300"
width"300"
PKM UBT berhasil menciptakan inovasi eco-briket dari limbah ranting mangrove. Foto: ist

“Kami ingin warga tidak hanya menerima manfaat, tapi juga punya keterampilan untuk memproduksi sendiriDengan banyaknya ekosistem mangrove di pesisir Tarakan, limbah ranting yang sering terbuang bisa dimanfaatkan jadi sumber energi ramah lingkungan,” jelas Nur Fadillah, ketua tim PKM-PM.

width"400"
width"400"

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Rumah Tangga (IRT) Ani dari RT 12, mengaku sangat terbantu.

width"200"
width"300"

“Alhamdulillah, kami sekarang punya pilihan lain kalau gas langka atau mahal. Kami juga jadi tahu cara buatnya,” ungkapnya penuh rasa syukur.

width"400"
width"400"
Mahasiswa PKM UBT bersama dosen pembimbing. Foto: ist

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa UBT tidak hanya berinovasi, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mampu menghadapi keterbatasan energi.

width"400"
width"400"

Inisiatif ini tidak hanya menjadi solusi praktis, tetapi juga langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah mangrove.(**)

width"400"
width"400"

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

PEN 8.0 Warnai Sekolah Dasar di Kota Balikpapan, Dellian Jadi Inspirasi Anak Hebat yang Percaya Diri

29 Agustus 2025 - 09:30

Bunda PAUD Tana Tidung Dorong Anak Sehat Lewat Program “Senam Anak Indonesia Hebat”

29 Agustus 2025 - 09:10

Gubernur Hibahkan 20 Hektar Lahan Resmi Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda

28 Agustus 2025 - 20:05

Digitalisasi Pendidikan Berbuah Hasil, Tana Tidung Catat Capaian 100 Persen Dapodik Semester Ganjil

28 Agustus 2025 - 10:05

Pertamina Drilling Ikut Berpatisipasi dan Memberi Inspirasi Pada Kegiatan Pertamina Energi Negeri 8.0

27 Agustus 2025 - 13:45

IKN Jadi Tuan Rumah Forum Council of University Presidents of Thailand-Conference of Rectors of Indonesian State Universities High Level Meeting, Perkuat Kolaborasi Akademik Indonesia–Thailand

26 Agustus 2025 - 10:01

Trending di Daerah