TARAKAN, Fokusborneo.com – Sektor pendidikan di Kota Tarakan mendapat suntikan fasilitas baru. Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) secara resmi meresmikan gedung SMA Negeri 5 Kota Tarakan, di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Rabu (25/2/26).
Peresmian ini menandai langkah nyata pemerintah dalam memenuhi kebutuhan ruang kelas bagi siswa di Bumi Paguntaka.
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah, bersama anggota Komisi IV, Supa’ad Hadianto.
Kehadiran mereka merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen lembaga legislatif dalam mengawal kualitas pendidikan di Kalimantan Utara.
Syamsuddin Arfah menyatakan peresmian ini adalah buah dari proses panjang yang dikawal ketat DPRD. Mulai dari negosiasi lahan dengan pemerintah kota, proses penimbunan lokasi, hingga berdirinya bangunan fisik.
”Ini sudah proses peresmian. Kita mengikuti sejak proses nego ke kota, penimbunan, sampai pembangunan. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana sekolah ini bisa segera diberdayakan untuk masyarakat,” ujar Syamsuddin.
Meski telah diresmikan, Syamsuddin mencatat masih ada beberapa pekerjaan rumah terkait infrastruktur pendukung. Saat ini sekolah dilaporkan memiliki sekitar 6 ruang kelas, namun jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan ideal sebuah sekolah menengah.
Pekerjaan Rumah (PR) Berikutnya, kata Politisi PKS pembangunan jalan akses dan siring (talud) di sekitar area sekolah. Selain itu, kebutuhan beberapa kelompok ruangan teknis, termasuk ruang administrasi, dilaporkan masih belum tersedia secara lengkap.
”Untuk teknisnya memang di dinas terkait, tapi sepertinya masih belum cukup. Ada kelompok ruangan yang harus segera menyusul dibangun agar operasional sekolah berjalan maksimal,” tambahnya.
Menanggapi langkah kedepan, Syamsuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah eksekutif dan legislatif. Ia membuka peluang penggunaan dana aspirasi anggota DPRD untuk mempercepat pembangunan fasilitas yang masih kurang di SMAN 5.
”Perlu kolaborasi agar ini bisa jalan. Salah satu opsinya adalah melalui aspirasi-aspirasi dari DPRD. Ini juga sebagai langkah antisipasi agar masalah daya tampung siswa (zonasi) tahun depan bisa teratasi. Mudah-mudahan tahun depan anggaran kita semakin sehat,” pungkasnya.(*/mt)















Discussion about this post