TARAKAN, Fokusborneo.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan selama bulan Ramadan di Kalimantan Utara (Kaltara) mendadak jadi sorotan publik di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah, menegaskan pihaknya akan segera turun tangan untuk memastikan kualitas konsumsi yang dibagikan kepada siswa.
Syamsuddin menyatakan pihaknya tidak ingin hanya bergantung pada informasi yang beredar di media sosial atau sekadar melihat foto-foto yang dikirimkan oleh masyarakat.
Menurut Syamsuddin, komunikasi langsung dan pemantauan fisik sangat diperlukan untuk menilai apakah kualitas makanan yang diberikan sudah layak dan sesuai standar gizi atau belum.
”Memang harusnya komunikasi langsung ya, jadi tidak hanya baca media. Dan itu yang memang belum kita lakukan. Karena kita mau tahu juga kualitasnya, jangan sampai kualitas makanan itu memang tidak sesuai,” ujar Syamsuddin, Rabu (25/2/26).
Ia menambahkan meskipun sudah melihat dokumentasi berupa foto, Komisi IV merasa kurang etis jika memberikan penilaian tanpa melihat fakta di lapangan secara utuh.
Sebagai langkah konkret, Komisi IV DPRD Kaltara telah menyusun agenda kunjungan kerja dalam waktu dekat. Ada dua lokasi utama yang menjadi sasaran yaitu ke SMK Negeri 4 untuk meninjau progres pembangunan fasilitas sekolah. Khususnya di tingkat SMA, untuk mengecek dapur dan proses distribusi makanan MBG.
”Kami mau ke SMK 4 untuk lihat pembangunannya, dan yang kedua meninjau MBG, khususnya yang SMA-SMA,” tegasnya.
Terkait detail jumlah dapur yang beroperasi, Syamsuddin mengaku masih menunggu data resmi agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.
Menyikapi keluhan yang viral, Syamsuddin mengimbau para orang tua siswa untuk lebih mengedepankan jalur komunikasi formal jika menemukan ketidaksesuaian menu atau kualitas makanan.
Orang tua diminta tidak ragu menyampaikan keluhan langsung ke Komisi IV. Politisi PKS itu berharap masalah teknis bisa diselesaikan melalui dialog tanpa harus langsung diviralkan di media sosial.
”Kalau ada yang tidak sesuai, sampaikan saja. Lebih baik dikomunikasikan langsung ke kami, jangan sampai langsung dipiralkan,” tutupnya.(*/mt)














Discussion about this post