TARAKAN, Fokusborneo.com – Kondisi fasilitas pendidikan di wilayah Tarakan Utara, khususnya di SMP Negeri 6 Kota Tarakan, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan, Jelita Pangden Pongsobidang.
Dalam kunjungan kerja ke kantor PT Pertamina EP Tarakan Field, Kamis (2/4/26), legislator dari daerah pemilihan (dapil) Tarakan 4 ini menyoroti keterbatasan sarana penunjang pendidikan yang dinilai masih sangat memprihatinkan.
Jelita mengungkapkan kondisi pendidikan di wilayah konstituennya masih tergolong miris karena kekurangan perlengkapan vital seperti perangkat komputer.
Meski usulan melalui pemerintah daerah telah dilakukan berulang kali, kendala efisiensi anggaran membuat bantuan tersebut sulit terealisasi dalam waktu dekat.
”Pendidikan di Tarakan Utara itu miris. Kami sudah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah, tapi sekarang banyak efisiensi. Untuk bantuan komputer itu sangat sulit, jadi kami mohon toleh-toleh sedikit ke SMP 6 yang betul-betul sangat membutuhkan,” ujar Jelita.

Menanggapi hal tersebut, Abrar Putra Siregar yang mewakili manajemen Pertamina menjelaskan untuk bantuan fasilitas berskala besar dan bersifat infrastruktur pendidikan, kewenangannya berada di tingkat pusat atau Persero.
Ia mencontohkan bantuan serupa yang pernah diberikan kepada SMP Negeri 3 Kota Tarakan dan Universitas Borneo Tarakan (UBT) merupakan hasil koordinasi langsung dengan Pertamina Pusat.
”Program sebesar itu pengajuannya di Persero atau Pusat. Jika di level field (daerah), fokus kami lebih kepada pemberdayaan masyarakat yang sifatnya berkelanjutan, seperti pendampingan UMKM Batik Disabilitas hingga mandiri selama lima tahun,” jelas Abrar.
Meski demikian, Abrar menyarankan pihak terkait untuk tetap menyampaikan usulan secara resmi melalui korespondensi atau proposal kepada kantor pusat Pertamina agar dapat dikaji lebih lanjut.
Selain membahas pendidikan, dalam pertemuan tersebut Pertamina juga memaparkan kontribusi perusahaan dalam penanganan stunting di Selumit Pantai serta upaya pemberantasan narkoba di wilayah Tarakan melalui kolaborasi dengan BNN.(*/mt)

















Discussion about this post