TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mulai mematangkan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online untuk tahun ajaran 2026/2027.
Guna memastikan kelancaran proses, aplikasi pendaftaran dijadwalkan masuk tahap uji coba pada awal Juni sebelum resmi dibuka pada 17 Juni 2026 mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., mengimbau masyarakat khususnya para orang tua calon siswa untuk tetap tenang dan tidak panik saat hari H pendaftaran. Ia menegaskan sistem seleksi digital ini tidak menggunakan prinsip siapa cepat, dia dapat.
“Pendaftaran ini bukan duluan-duluanan. Semua ada mekanismenya, semua ada penilaiannya,” ujar Hasanuddin saat menghadiri reses anggota DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, di Tarakan, Minggu (17/5/26).
Saat ini, Disdikbud Kaltara masih masif melakukan sosialisasi mengenai mekanisme SPMB kepada masyarakat. Situs resmi pendaftaran pun sengaja masih ditutup dan baru akan dibuka secara terbatas untuk simulasi pada awal Juni nanti.
“Insyaallah satu minggu sebelum pelaksanaan tanggal 17 Juni, kami lakukan uji coba,” jelasnya.
Hasanuddin menambahkan, simulasi ini sangat penting agar orang tua dan calon siswa bisa familier dengan sistem. Di sisi lain, fase ini menjadi ruang bagi tim teknis untuk mendeteksi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan atau bug pada aplikasi.
Masyarakat juga tidak perlu bingung dengan status data saat simulasi. Hasanuddin memastikan seluruh data uji coba akan dibersihkan sebelum hari peluncuran resmi.
“Nanti tanggal 16 (Juni) pagi, semua data uji coba kami hapus untuk persiapan pembukaan resmi tanggal 17 Juni pukul 00.01 Wita,” terangnya.
Seluruh proses pendaftaran nantinya dapat diakses secara daring melalui situs resmi: spmb.kaltaraprov.go.id.
Di balik persiapan tersebut, Disdikbud mengaku sempat mendeteksi adanya gangguan teknis berupa upaya peretasan (hacking) saat membuka akses percobaan beberapa waktu lalu. Gangguan tersebut sempat memicu disinformasi di tengah masyarakat.
“Kami sempat buka untuk uji coba, tapi ada yang masuk dan menyebarkan informasi seakan aplikasi sudah dibuka,” ungkap Hasanuddin.
Bagi masyarakat yang bersiap mendaftar, berikut adalah rincian jadwal dan pembagian kuota untuk jenjang SMA/SMK di Kaltara:
• Pendaftaran Utama: 17 – 25 Juni 2026.
• Jalur Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi: Dibuka mulai 17 Juni (pukul 00.01 Wita) hingga 20 Juni (pukul 12.00 Wita).
• Jalur Domisili: Baru akan dibuka pada 21 Juni 2026 (pukul 00.01 Wita).
Untuk komposisi kuota kelulusan, tahun ini Disdikbud masih mempertahankan regulasi serupa dengan tahun sebelumnya, yaitu:
• Jalur Afirmasi: 30 persen
• Jalur Prestasi: 30 persen
• Jalur Mutasi: 5 persen
• Jalur Domisili: Sisa dari total kuota (35 persen)
“Semua siswa kami berikan keleluasaan untuk mendapatkan sekolah yang diinginkan,” imbuhnya.
Khusus untuk jalur domisili, Hasanuddin meluruskan anggapan penilaian hanya berbasis jarak geografis rumah ke sekolah. Jika ditemukan ada beberapa calon siswa dengan skor jarak yang sama persis, maka faktor usia peserta akan menjadi indikator penentu berikutnya.
Belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Disdikbud Kaltara memperketat sistem verifikasi untuk menutup celah praktik percaloan dan manipulasi data.
Tim teknis akan memeriksa secara rigid keabsahan dokumen vital seperti Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, hingga Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
“Tahun lalu ada kartu keluarga ganda dan data tidak sesuai. Kalau data tidak sesuai, pasti ditolak,” tegas Hasanuddin.
Bagaimana dengan ancaman klasik seperti server down atau kendala pemadaman listrik? Hasanuddin menjamin infrastruktur digital SPMB tahun ini jauh lebih kokoh karena server utama ditempatkan langsung di pusat data pemerintah daerah dan dibentengi sistem daya cadangan.
“Mudah-mudahan tidak mati lampu. Server kami ada di Kominfo provinsi dan di sana ada genset, insyaallah aman,” tuturnya optimis.
Ia meyakinkan para orang tua daya tampung sekolah di Kaltara saat ini sudah sangat memadai untuk menyerap seluruh lulusan tingkat SMP, baik melalui koridor sekolah negeri maupun swasta.
“Kalau hitungan kami, semua lulusan SMP insyaallah bisa tertampung,” pungkasnya.(*/mt)











Discussion about this post