TARAKAN – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Gedung Serbaguna Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan pada Jumat (12/6/2026). Yayasan Sokola Alam Bina Muda Mandiri sukses menggelar acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK dan SD Alam Binari.
Mengangkat tema “Tumbuh Bersama dari Langkah Pertama Menuju Masa Depan Gemilang”, acara ini menjadi panggung pembuktian kreativitas dan keberagaman bakat para siswa, mulai dari penampilan hafalan ayat suci Al Quran, tarian, pentas drama, hingga permainan musik perkusi dan lainnya yang dibawakan secara kolaboratif.
Kepala Sekolah SD Binari Green School, Miss Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menggali dan memfasilitasi potensi unik setiap anak sejak dini.
”Hari ini Bapak Ibu menyaksikan bagaimana kami menggali minat dan bakat anak-anak, serta bagaimana kami memberikan stimulus di sekolah. Itulah komitmen yang coba kami hadirkan,” ujar Rahmawati dalam sambutannya, Jumat (12/6/2026).
Rahmawati juga menegaskan status Sekolah Alam Binari sebagai sekolah inklusi yang menghargai keberagaman. Hal itu tercermin sejak awal acara yang dibuka dengan doa dari berbagai agama. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemilik yayasan, yang terus berkomitmen memajukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Paguntaka.
Senada dengan itu, Kepala TK Alam Binari, Miss Wening Cahya Putri, S.Psi., tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat harus melepas belasan anak didiknya untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
”Hari ini penuh rasa. Ada rasa bangga, bahagia, haru, dan sedih sedikit karena harus melepas anak-anak kita. Jujur, dengan latar belakang psikologi, awalnya saya pikir teori itu mudah, ternyata praktiknya mendidik anak-anak lebih menantang. Tapi suka itu tumbuh dalam proses, dari hal-hal kecil seperti sapaan mereka atau saat mereka cerita sudah bisa pakai kaos kaki sendiri,” ungkap Wening emosional.

Sementara itu, Pembina Yayasan Sokola Alam Bina Muda Mandiri, Retno Dwi Arini, S.E., ME., atau Arin menceritakan kilas balik perjuangan Sekolah Alam Binari yang berdiri sejak tahun 2020 di tengah hantaman pandemi Covid-19. Memulai segalanya dari keterbatasan, sekolah ini berhasil bertahan hingga berkembang pesat.
”Kami berdiri tahun 2020 saat pandemi. Alhamdulillah, dari yang awalnya murid SD hanya 3 orang kini menjadi sekitar 70 orang. Begitu juga TK yang awalnya dari 1 orang, hari ini sudah ada 40 orang. Total keseluruhan ada kurang lebih 110 siswa,” beber Arin sapaan akrabnya.
Arin menjelaskan, pada pelepasan tahun ini, terdapat 3 siswa kelas 6 SD dan 15 siswa TK yang dinyatakan lulus. Ia berharap modal karakter yang ditanamkan selama di Sekolah Alam Binari dapat menjadi pondasi kokoh bagi masa depan anak-anak.
”Harapan kami, mereka mencintai Allah, memiliki empati, peduli keanekaragaman budaya dan agama, serta memiliki sikap toleransi, jujur, dan berakhlak. Itulah pondasi utama agar saat dewasa nanti menjadi apa pun mereka, mereka sudah memiliki akar yang kuat,” tegasnya.
Sebagai sekolah yang menawarkan konsep berbeda—di mana 70% pembelajarannya dilakukan langsung di alam—Sekolah Binari diisi oleh tenaga-tenaga pendidik muda asli Kota Tarakan. Komposisi gurunya pun terbilang sangat ideal untuk memastikan potensi anak tergali optimal.
Untuk jenjang TK yang memiliki akreditasi B, terdapat 7 guru dengan latar belakang Sarjana Psikologi dan PAUD yang mendampingi 40 siswa. Sedangkan untuk jenjang SD, saat ini sedang dalam proses akreditasi dan ditangani oleh kepala sekolah bergelar S2. Sekolah ini juga sudah memiliki gedung sendiri yang representative dengan pembagian kelas yang dibatasi (maksimal 10–20 anak per kelas dengan pendampingan minimal 2 guru).
Terkait penerimaan peserta didik baru, Yayasan Sokola Alam Bina Muda Mandiri yang kini juga menaungi Daycare, Griya Belajar, Music Course, hingga Outbound ini, tetap membuka pendaftaran secara terbuka dengan kuota yang sengaja dibatasi demi menjaga kualitas pembelajaran.
”Target kami memang sekolah kecil dengan guru yang maksimal. Untuk tahun ini target kelas 1 SD sebanyak 20 orang, dan saat ini sudah terdaftar 14 anak. Begitu juga untuk TK, target 20 orang dan sudah terisi 13 orang,” pungkas Arin sembari mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Tarakan yang telah memberikan dukungan perizinan operasional SD pada tahun 2025 lalu.
Dalam kesempatan ini, juga dilaksanakan penandatanganan prasasti komitmen pendidikan dan kolaborasi bersama Pemerintah Kota Tarakan, Yayasan Sokola Alam Bina Muda Mandiri, orang tua, dan perusahaan. (**)















Discussion about this post