TARAKAN, Fokusborneo.com – Mengejar nilai indeks prestasi akademis (IPK) tinggi di bangku kuliah memang penting, tetapi mampu menyerap ilmu secara mendalam, berpikir kritis, serta cakap menyelesaikan masalah nyata di masyarakat jauh lebih menentukan masa depan.
Pesan semangat tersebut ditegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) di hadapan 2.137 mahasiswa baru Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam Sidang Senat Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di GOR Tipe B, Kampung Empat, Tarakan Timur, Selasa (4/8/26).
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang yang diwakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kaltara, Hasanudin, menegaskan mahasiswa tidak boleh terjebak sekadar menjadi pemburu ijazah atau penghafal materi ujian.
“Nilai di atas kertas hanyalah pintu masuk awal. Yang membuat seorang lulusan benar-benar bertahan dan memimpin di dunia kerja maupun masyarakat adalah kedalaman pemahaman ilmu, integritas, serta keberanian melahirkan solusi atas persoalan di sekitarnya,” ujar Hasanudin membacakan amanat Gubernur.
Dalam amanatnya, Pemprov Kaltara menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademis dan pengembangan kepribadian.
Ribuan mahasiswa baru diimbau aktif memanfaatkan masa kuliah sebagai ajang mengasah keterampilan lunak (soft skill) seperti kepemimpinan, komunikasi publik, kerja sama tim, serta daya adaptasi di tengah perubahan zaman.

Tak kalah krusial, dunia perkuliahan disebut sebagai momen emas untuk membina jejaring (networking) seluas-luasnya baik antar-mahasiswa lintas jurusan, dosen, alumni, hingga jejaring dunia industri dan profesional.
Ia juga menekankan mahasiswa agar fokus menguasai logika dan praktik ilmu, bukan sekadar menghafal demi nilai ujian.
Termasuk melatih kepemimpinan, pemikiran kritis, dan adaptabilitas lewat organisasi kemahasiswaan. Serta membangun relasi strategis yang menjadi modal sosial setelah lulus dari perguruan tinggi.
Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bergandengan tangan dengan UBT dalam mencetak SDM unggul berdaya saing tinggi.
Sebagai perguruan tinggi negeri kebanggaan di wilayah perbatasan, UBT diharapkan dapat terus melahirkan riset-riset terapan serta lulusan berintegritas yang siap mengabdi demi kemajuan Kaltara.
”Jadilah mahasiswa yang dikenal bukan karena sukses sendiri, melainkan karena mampu merangkul dan membawa kemanfaatan bersama untuk daerah,” pungkas Hasanudin.
Agenda tahunan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat penting daerah, di antaranya Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltara, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes., unsur Forkopimda, Rektor UBT Prof. dr. Yahya Ahmad Zein, Senat, para pendiri UBT, serta pimpinan sektor perbankan se-Kota Tarakan.(*/mt)












Discussion about this post