TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendesak Pemerintah Provinsi dan pengelola Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning–Mangkupadi, Kabupaten Bulungan, untuk menempatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sebagai program prioritas.
Langkah ini dinilai fundamental untuk memastikan masyarakat Kaltara merasakan dampak ekonomi yang signifikan dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Komitmen untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja dari wilayah setempat diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltara, H. Muhammad Nasir. Ia menekankan bahwa persiapan keterampilan harus dilakukan secara intensif dan serius.
“Kami menegaskan bahwa pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja lokal adalah hal yang sangat mendesak. Masyarakat harus disiapkan untuk mengisi berbagai posisi kunci yang dibutuhkan industri, bukan hanya sebagai pekerja serabutan,” ujar Nasir, Selasa (18/11/25).
Nasir menyoroti pengembangan kawasan yang terletak di Kecamatan Tanjung Palas Timur itu membutuhkan berbagai keahlian khusus. Oleh karena itu, program pelatihan harus difokuskan pada sektor teknis seperti mekanik, operator alat berat, teknisi industri, hingga konstruksi bersertifikat.
Ia menambahkan, program peningkatan kompetensi yang diselenggarakan pemerintah daerah harus jauh dari kesan seremonial. Menurutnya, pelatihan harus skill-oriented dan sesuai dengan demand nyata di lapangan.
“Pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan kebutuhan dan menyusun kurikulum pelatihan yang tepat sasaran. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa standar kompetensi masyarakat lokal dapat memenuhi kualifikasi industri yang akan beroperasi penuh,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nasir berharap penyerapan tenaga kerja lokal ini tidak hanya terhenti di fase konstruksi, melainkan harus berkelanjutan hingga kawasan tersebut memasuki tahap operasional jangka panjang.
“Kehadiran KIHI ini harus benar-benar dioptimalkan sebagai instrumen pendorong kesejahteraan. Jangan sampai proyek sebesar ini hanya menjadi mega-proyek tanpa memberikan manfaat nyata dan kesempatan kerja yang luas bagi warga Bulungan dan Kaltara,” pungkas Nasir.(**)














Discussion about this post