TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com — Pujian terbuka Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kepada Bupati Bulungan Syarwani dalam Musyawarah Daerah (Musda) III Golkar Kaltara memunculkan spekulasi baru mengenai arah dukungan partai menjelang kontestasi politik 2029.
Dalam sambutannya pada pembukaan Musda yang digelar di Tanjung Selor, Minggu (30/11/2025), Bahlil menyebut perjalanan karier politik Syarwani sebagai cerminan kaderisasi yang berjalan sesuai prinsip pembinaan Golkar.
Ia menilai konsistensi Syarwani menunjukkan bagaimana kader tumbuh dari struktur paling bawah hingga memimpin daerah.
“Pak Syarwani ini contoh figur yang meniti jalan politik dari fondasi paling dasar. Dari kecamatan, naik ke pengurus kabupaten, kemudian mengemban amanah di DPRD, sampai akhirnya memimpin Bulungan,” ujar Bahlil, yang disambut riuh para peserta Musda.
Menurutnya, jenjang tersebut mencerminkan proses berpolitik yang utuh dan patut diapresiasi.
“Perjalanan seperti ini tidak dibuat-buat. Ini proses yang berlapis dan terukur. Kalau jenjangnya tersusun rapi seperti ini, biasanya karier seseorang juga punya ruang bergerak lebih luas di masa depan,” ucapnya, yang kembali memancing sorakan para kader.
Bahlil menegaskan Golkar selalu menempatkan kualitas kader sebagai faktor utama dalam menentukan arah dukungan. Kapasitas kepemimpinan, rekam jejak, dan kemampuan membangun jaringan menjadi dasar dalam perkembangan kader.
“Di Golkar, kita selalu melihat kemampuan. Kader yang punya visi, punya pengalaman lapangan, dan mengerti dinamika organisasi, biasanya tumbuh menjadi pemimpin yang solid. Saya melihat kombinasi itu ada pada Pak Syarwani,” tegasnya.
Seusai pembukaan Musda, Bahlil kembali ditanya mengenai kemungkinan dukungan politik untuk Syarwani pada 2029. Ia menegaskan bahwa setiap kader memiliki momentum masing-masing.
“Setiap orang punya waktunya. Politik itu bergerak, dan proses itu akan menemukan jalannya sendiri. Saya melihat Pak Syarwani menjalani proses itu dengan sangat natural,” katanya.
Bahlil menyebut Syarwani sebagai salah satu tokoh strategis di Kaltara karena memiliki rekam jejak lengkap dari struktur kecamatan hingga menjadi kepala daerah.
“Figur yang melalui perjalanan panjang dari tingkat bawah sampai memimpin daerah biasanya punya pemahaman kuat tentang masyarakat dan organisasi. Itu modal yang penting untuk melangkah lebih jauh,” tuturnya.
Menanggapi kemungkinan pencalonan Syarwani pada pemilu mendatang, Bahlil menegaskan bahwa Golkar selalu memberi ruang bagi kader yang layak dan kompeten.
“Soal maju atau tidak, itu hak politik Pak Syarwani. Bagi Golkar, siapa pun kader terbaik yang memenuhi syarat dan punya komitmen, tentu akan mendapat tempat. Prinsipnya, partai selalu mendukung kader yang ingin mengabdi lebih besar,” pungkasnya. (**)















Discussion about this post