TARAKAN, Fokusborneo.com – Tantangan menjaga persatuan di era modern kini semakin nyata, terutama di lingkungan akademis yang menjadi titik temu berbagai pemikiran dan latar belakang.
Menanggapi hal tersebut, Anggota MPR RI, Deddy Yevri Sitorus, menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.
Dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sesi ketiga yang berlangsung di Gedung Wanita, Jalan Kusuma Bangsa, Kota Tarakan, Senin (15/12/26), Deddy menyoroti kampus adalah laboratorium mini bagi praktik Bhinneka Tunggal Ika.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Deddy memaparkan perguruan tinggi merupakan salah satu ruang yang paling menantang sekaligus strategis dalam mempraktikkan toleransi.
Sebagai wadah berkumpulnya individu dari berbagai pelosok daerah dengan latar belakang suku, budaya, agama, hingga pandangan politik yang berbeda, kampus rentan terhadap gesekan jika tidak dibekali pondasi kebangsaan yang kuat.
“Perguruan tinggi adalah cermin keberagaman. Kalian semua berbeda, datang dari asal-usul yang tidak sama. Namun, kalian harus ingat bahwa perbedaan itu bukan untuk memecah belah, justru membuat kalian semakin solid. Itulah makna sejati dari Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menjelaskan Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar jargon hafalan, melainkan pedoman hidup (way of life).
Di tengah gempuran informasi dan ideologi luar yang masuk lewat media sosial, mahasiswa dituntut memiliki filter mental yang kuat.
Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan inilah yang akan menjaga mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi intoleransi. Deddy mengajak mahasiswa untuk melihat keberagaman sebagai kekayaan intelektual dan sosial yang tidak dimiliki bangsa lain.
Deddy menegaskan mahasiswa bukan hanya objek dari sosialisasi ini, melainkan subjek atau agen perubahan. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk membawa nilai-nilai persatuan ke dalam kehidupan bermasyarakat setelah lulus nantinya.
“Mahasiswa memiliki peran strategis. Kalian adalah pemimpin masa depan. Jika di level kampus saja kalian gagal merawat persatuan, maka sulit membayangkan bagaimana kalian akan menjaga bangsa ini nantinya. Jadikan nilai kebangsaan sebagai kompas dalam setiap tindakan,” tambahnya.(**)















Discussion about this post