TARAKAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Demokrat Kalimantan Utara di Kota Tarakan. Dalam arahannya, Herman menekankan pentingnya kesolidan pengurus dan kader untuk mencapai target besar partai dalam kontestasi politik mendatang.
Herman memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Demokrat di Kaltara yang dinilai stabil dan menunjukkan tren positif. Ia menyoroti peningkatan kursi di DPRD Provinsi yang kini mencapai 6 kursi, serta prestasi luar biasa di Kabupaten Malinau dengan raihan 9 kursi.
“Kita sama-sama ingin mencapai tujuan organisasi, yaitu menang dalam pemilu maupun pilkada ke depan. Saya apresiasi Kaltara yang relatif naik perolehan kursinya dari periode kejayaan 2009. Sekarang 6 kursi, bahkan Malinau luar biasa dengan 9 kursi,” ujar Herman Khaeron.
Sebuah capaian luar biasa harus pertahankan, dan ditambah DPP Demokrat memboyong rombongan lengkap dari Jakarta sebagai bentuk perhatian khusus terhadap kader di daerah perbatasan. Hadir di antaranya Ketua Dewan Pakar Andi Alfian Mallarangeng, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Sarjan Tahir, serta jajaran Wasekjen dan Deputi.
Herman secara khusus memperkenalkan Jemi Setiawan (Wasekjen) yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum (PU). Ia mendorong Wali Kota dan kepala daerah setempat untuk bersinergi demi pembangunan infrastruktur di Kaltara.
“Ada Pak Jemi, Staf Khusus Menteri PU. Silakan Pak Wali Kota komunikasi, kalau ada kebutuhan bangun jalan, jembatan, atau irigasi, beliau bisa menjadi mediasi yang cepat,” lanjutnya.
Selain itu, hadir pula Deputi Badan Saksi Nasional, Alfie Nopriansah Gustaf, yang menjabat Staf Khusus Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Herman memaparkan adanya program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal seperti sopir angkot dan ojek online yang bisa dikembangkan di Kaltara dengan premi terjangkau.
Meskipun setiap partai memiliki strategi dan “jaket” yang berbeda, Herman menekankan pentingnya menjaga kesatuan sosial. Ia bahkan mengaku bangga banyak lulusan atau mantan kader Demokrat yang kini sukses menjadi anggota DPRD di partai sahabat seperti PAN, Hanura, hingga Gerindra.
“Kita boleh punya jaket berbeda, strategi berbeda, tapi sebagai satu kesatuan sosial kita tidak bisa dipisahkan. Ini prinsip Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya di hadapan tamu undangan dari partai politik lain.
Sesuai AD/ART, Rakerda yang dilaksanakan dua tahun sekali ini menjadi momentum untuk menyusun strategi meraih hati rakyat berdasarkan data demografi yang akurat. Herman juga mengingatkan para kader agar memahami situasi geopolitik dunia, mengingat Kaltara adalah beranda terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Jangan hanya membaca TikTok karena banyak distorsinya. Kita harus memahami situasi dunia secara utuh. Rakerda ini jangan hanya seremonial, tapi manfaatkan untuk menyusun langkah strategis pemenangan,” pungkasnya.













Discussion about this post