TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Adi Nata Kusuma, memberikan catatan khusus dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada Minggu, 9 Februari 2026.
Ia menegaskan di tengah distorsi informasi digital, pers harus tetap berdiri tegak sebagai pilar keempat demokrasi yang independen.
Adi menilai, kehadiran pers tidak hanya berfungsi sebagai penyambung lidah pemerintah, tetapi juga sebagai mitra kritis yang wajib mengawasi setiap kebijakan publik, khususnya di wilayah Kaltara.
”Pers bukan sekadar institusi penyampai berita. Mereka adalah mitra kritis yang memastikan demokrasi kita tetap sehat. Profesionalisme dan keberpihakan pada kepentingan publik adalah harga mati bagi insan pers,” ujar Adi, Kamis (5/2/26).
Lebih lanjut, politisi Golkar itu menyoroti tantangan berat jurnalisme masa kini, yakni arus informasi yang tidak terverifikasi.
Ia berharap pers tetap konsisten menyajikan produk jurnalistik yang akurat guna meningkatkan literasi masyarakat.
”Kita berharap pers di Kaltara terus menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang transparan dan berkeadilan,” tutupnya.(**)















Discussion about this post