TARAKAN, Fokusborneo.com – Guna memastikan kesiapan infrastruktur transportasi laut menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan peninjauan lapangan ke Pelabuhan Malundung, PT Pelindo (Persero) Regional 4 Tarakan, Kamis (5/2/26).
Kunjungan ini, bukan sekadar pengawasan formal, melainkan bentuk kepedulian para wakil rakyat untuk memastikan setiap warga yang melintasi jalur laut mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan aman.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi III, Jufri Budiman bersama anggota Komisi III, Yancong, Kornie Serlianty, dan Muhammad Nafis, diterima General Manager PT Pelindo Regional 4 Tarakan, Amrullah.
Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, menaruh perhatian besar pada pengalaman penumpang saat berada di terminal. Baginya, kenyamanan adalah kunci agar perjalanan mudik tidak terasa melelahkan bagi masyarakat.
”Kami ingin masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa dihargai. Fokus kami adalah memastikan fasilitas di Terminal Malundung, seperti pendingin ruangan, berfungsi optimal agar suasana menunggu tetap sejuk dan nyaman,” tutur Jufri.
Selain aspek kenyamanan, Jufri juga menitipkan pesan kepada aparat keamanan agar tetap waspada namun tetap mengedepankan pelayanan yang santun.
Pengetatan pengawasan terhadap barang ilegal tetap menjadi atensi, namun dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu ketenangan pemudik.
”Keamanan harus diperketat untuk mengantisipasi masuknya narkoba melalui jalur laut,” tegasnya.
General Manager PT Pelindo Regional 4 Tarakan, Amrullah, menyambut baik masukan tersebut. Ia menjelaskan Pelabuhan Malundung telah bertransformasi untuk menjadi tempat transit yang ramah bagi keluarga.
Dengan area terminal yang cukup luas dan fasilitas penunjang yang lengkap, Pelindo ingin memastikan kebutuhan dasar penumpang terpenuhi.
“Di terminal sudah tersedia ruang menyusui dan area bermain anak untuk mengurangi kejenuhan si kecil saat menunggu kapal,” ujarnya.
Selain itu, Pelindo juga menyediakan kursi roda dan shuttle car disiapkan khusus untuk membantu lansia dan penumpang yang membutuhkan bantuan ekstra.
”Kami berupaya menjadikan terminal ini tempat yang layak bagi semua kalangan, dari balita hingga lansia,” tambah Amrullah.
Senada dengan upaya kenyamanan, Kepala Kantor KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik, memastikan setiap kapal yang bertolak dari Malundung telah melalui pemeriksaan hati-hati (ramp check).
Dengan kesiapan empat armada berkapasitas total 10.000 kursi, KSOP ingin menjamin tidak ada warga yang tertinggal dalam momentum Lebaran tahun ini.
”Tugas kami adalah memastikan setiap pemudik sampai ke pelukan keluarga dengan selamat. Sinergi melalui Posko Terpadu nantinya akan menjadi pusat bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau pertolongan medis,” tutup Stanislaus.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, wajah mudik di Pelabuhan Malundung tahun 2026 diharapkan tidak lagi sekadar tentang kepadatan, melainkan tentang pelayanan yang penuh keramahan.(**)















Discussion about this post