TARAKAN, Fokusborneo.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Nasir, menegaskan komitmen legislatif untuk memberikan dukungan penuh bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Bantuan ini diarahkan pada percepatan layanan administrasi kependudukan (Adminduk), khususnya pengadaan KTP dan dukungan operasional bagi petugas di lapangan.
Politisi Golkar itu menyoroti pentingnya peninjauan kembali anggaran operasional, termasuk perjalanan dinas bagi petugas lapangan seperti di Tarakan.
Menurutnya, efisiensi yang terlalu ketat jangan sampai menghambat pelayanan kepada masyarakat.
”Kami dari DPR berkomitmen untuk membantu bagaimana petugas bisa bekerja maksimal melayani masyarakat jika dukungan operasionalnya terbatas? Ini menyangkut kebutuhan pelayanan publik yang mendasar,” ujar Nasir, Kamis (5/2/26).
Nasir juga menekankan urgensi kepemilikan dokumen kependudukan bagi warga Kaltara yang sering melakukan perjalanan lintas batas. Mengingat letak geografis Kaltara, ketiadaan KTP atau dokumen identitas lainnya akan menyulitkan warga, terutama mereka yang membawa keluarga.
Untuk itu, DPRD Kaltara mendorong target yang lebih masif yaitu mendorong Disdukcapil Provinsi untuk berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Kota/Kabupaten.
Ia juga meminta agar Disdukcapil Provinsi agar melibatkan Komisi 1 DPRD untuk memanggil mitra terkait guna mengevaluasi kendala teknis di lapangan.
Nasir meminta jajaran Disdukcapil untuk mampu membantu pencapaian minimal 10.000 dokumen kependudukan guna memastikan seluruh warga terlayani dengan baik.
Sebagai tindak lanjut, DPRD akan segera berkoordinasi dengan pihak eksekutif untuk memastikan bantuan tepat sasaran, baik dari segi penganggaran melalui APBD maupun dukungan kebijakan.
”Kita ingin memastikan sistem ini linier dan berjalan lancar dari provinsi hingga kabupaten/kota. Jangan sampai masyarakat kesusahan hanya karena masalah administrasi yang seharusnya bisa kita selesaikan bersama,” tutupnya.(*/mt)















Discussion about this post