TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Jufri Budiman, memberikan atensi khusus terhadap kesiapan infrastruktur dan pelayanan transportasi laut maupun darat menjelang masa mudik Lebaran.
Mengingat Kota Tarakan merupakan sentral transportasi di Kaltara, koordinasi antarinstansi diperketat guna menjamin kenyamanan penumpang.
Salah satu poin utama yang ditekankan Jufri Budiman adalah transparansi penjualan tiket. Ia meminta pihak Pelni dan operator lainnya untuk memastikan tidak ada oknum atau calo yang memborong tiket dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga tinggi.
Politisi Gerindra itu meminta setiap pembelian tiket wajib menyertakan data pribadi yang valid sesuai kartu identitas.
Selain itu, sistem pembayaran diharapkan lebih modern dan memudahkan masyarakat, seperti penggunaan online system dan QRIS.
Jufri meminta Pelni mempertimbangkan penambahan armada kapal jika terjadi lonjakan penumpang yang signifikan di wilayah Kaltara.
Terkait kelayakan transportasi, Komisi 3 telah menginstruksikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh armada.
“Marine Inspector diminta bekerja maksimal memastikan kondisi bodi kapal, mesin, hingga alat navigasi berfungsi dengan baik. Seluruh perbaikan armada harus sudah rampung paling lambat pada H-5 Lebaran,” ujarnya.
Pengecekan ini tidak hanya berlaku untuk moda laut, tetapi juga transportasi darat agar sesuai dengan regulasi keselamatan.
Jufri juga menyoroti pentingnya kehadiran petugas di setiap posko pelayanan atau Operasi Lilin. Ia menegaskan setiap posko harus diisi petugas yang siaga untuk melayani masyarakat dan memastikan tidak ada pelanggaran aturan di lapangan.
“Kami meminta KSOP dan instansi terkait benar-benar siaga di lapangan. Pelayanan di pelabuhan harus aman dan terjaga,” tegas Jufri.(*/mt)














Discussion about this post