TARAKAN, Fokusborneo.com – Keinginan luhur untuk memeratakan distribusi energi di beranda depan NKRI kini menyisakan pemandangan pilu.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), Arming, meluapkan kegelisahannya terkait nasib titik-titik distribusi BBM di wilayah perbatasan yang kini mati suri.
Dalam melaksanakan kunjungan kerja monitoring Komisi III yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kaltara, Jufri Budiman, didampingi anggota komisi lainnya, Rismanto dan Yancong ke Kantor Fuel Terminal (FT) Pertamina Tarakan, Rabu (4/3/26), Arming mengenang kembali momentum empat tahun silam.
Saat itu, ia bersama Anggota DPR RI Deddy Yevri Sitorus bahkan memboyong Kepala BPH Migas menyusuri pelosok Mansalong demi memastikan infrastruktur energi hadir di sana. Namun, realita hari ini justru berbanding terbalik.
Alih-alih menjadi solusi energi, sejumlah unit Pertashop di wilayah Sebatik, Kabudaya, hingga Nunukan kini tampak seperti bangunan tak bertuan.
”Saya miris saat berkeliling. Banyak Pertashop yang awalnya dibangun dengan harapan besar, kini terbengkalai begitu saja. Ini bukan sekadar bisnis yang gagal, tapi soal nasib orang yang sudah berani keluar modal besar,” ungkap Arming.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan banyak pengusaha lokal mengucurkan dana hingga ratusan juta rupiah, namun kini terjepit ketidakjelasan. Distribusi yang tidak stabil membuat operasional Pertashop sering terhenti.
Anggota DPRD Provinsi Kaltara dapil Nunukan itu menyebut program yang seharusnya memudahkan warga mendapatkan BBM, justru menjadi beban karena kegagalan manajemen distribusi.
Arming menegaskan negara tidak boleh membiarkan para investor kecil di perbatasan tumbang akibat sistem yang karut-marut.
Ia menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi BBM agar tidak ada lagi pihak yang merasa dijebak oleh janji manis program energi.
“Negara harus hadir memberi kepastian. Jangan sampai niat awal membantu masyarakat malah meninggalkan luka baru bagi mereka yang sudah berani berinvestasi,” tegasnya.
Manager Tarakan, Manager Pertamina Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah berjanji akan melakukan evaluasi lapangan dan memastikan pasokan selama periode Idulfitri tetap terjaga melalui skema overkuota.
”Memang sempat ada kendala teknis pada kapal suplai kami, tapi itu sudah teratasi. Untuk Nunukan, kami pastikan stok aman. Kami juga akan memperketat pengawasan melalui Satgas Idulfitri guna memantau distribusi di lapangan,” ungkapnya.(*/mt)













Discussion about this post