TARAKAN, Fokusborneo.com – Jajaran Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Pertamina EP Tarakan Field, Kamis (2/4/26).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan legislatif sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Markus Minggu, dan diikuti sejumlah legislator lainnya, yakni Al Razali, Sabariah, dan Jelita, diterima jajaran Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan diantaranya Chris Natalia Decki Pjs Field Manager, Hafis Senior Enegering serta Abrar Putra Siregar bagian CSR
Dalam pertemuan tersebut, Markus Minggu menyampaikan fokus utama kedatangan mereka adalah menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.
Markus menekankan pentingnya transparansi data mengenai penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR) agar pihak legislatif dapat memberikan informasi yang akurat kepada konstituen.
”Ini adalah isu yang hangat di masyarakat. Mereka sering bertanya sejauh mana kontribusi Pertamina kepada warga Tarakan. Kendala kami selama ini adalah ketersediaan data secara mendetail mengenai kelompok mana saja yang telah terbantu. Tanpa data tersebut, kami sulit memberikan penjelasan kepada masyarakat,” ujar Markus Minggu.
Politisi PDI Perjuangan juga menambahkan kunjungan ini merupakan agenda balasan setelah sebelumnya pihak Pertamina sempat berkunjung ke kantor DPRD Tarakan beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Abrar Putra Siregar selaku perwakilan Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Zona 10 Tarakan Field, menyatakan apresiasinya atas kunjungan tersebut.
Ia menegaskan Pertamina berkomitmen untuk menjalankan operasional yang selaras dengan kesejahteraan sosial.
”Komitmen kami tidak hanya sekadar mengejar target produksi migas untuk menjaga ketahanan energi nasional, namun juga tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi. Program tanggung jawab sosial lingkungan kami desain sedemikian rupa agar memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan,” jelas Abrar.
Abrar juga memastikan pihaknya akan sangat terbuka mengenai permintaan data dari DPRD. Pertamina akan menyiapkan laporan mendalam yang mencakup berbagai sektor intervensi, mulai dari penguatan ekonomi lokal, pendidikan, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk mensinkronkan program-program perusahaan dengan prioritas pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah kota maupun usulan dari DPRD.
Dengan adanya keterbukaan informasi, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan program kolaborasi yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat Tarakan ke depannya.(*/mt)













Discussion about this post