TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino, menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) di Tarakan Utara telah dikaji secara mendalam.
Ia menjamin proyek strategis ini tidak akan membebani atau mengganggu pos anggaran untuk program prioritas lainnya yang telah ditetapkan pemerintah kota.
Pembangunan Puspem yang berlokasi di Kawasan Siap Bangun (Kasiba) di Jalan Aji Iskandar, Juata Permai diproyeksikan menelan total biaya sekitar Rp284 miliar.
Namun, Simon menjelaskan pemerintah tidak menggelontorkan dana tersebut sekaligus, melainkan menggunakan skema multiyears atau tahun jamak selama lima tahun.
”Untuk tahun ini, alokasi anggaran yang disiapkan berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp25 miliar,” jelas Simon.
Dengan pembagian anggaran per tahun yang rasional, beban APBD tetap terjaga untuk membiayai sektor penting lainnya.
Sebagai Ketua Komisi II yang membidangi masalah keuangan dan ekonomi, Simon memastikan angka-angka yang muncul dalam perencanaan Puspem sudah melalui tahap evaluasi.
Keputusan untuk menyetujui anggaran ini diambil dengan mempertimbangkan keseimbangan fiskal daerah.
Simon menekankan pembangunan ini merupakan komitmen politik yang harus dijalankan demi pemerataan pembangunan, namun tetap dengan prinsip kehati-hatian anggaran.
Ia menyatakan karena lembaga DPRD telah memberikan lampu hijau, maka pembiayaan ini dipastikan aman dan tidak akan memangkas anggaran belanja publik lainnya.
Selain memastikan keamanan anggaran, Simon optimis investasi pemerintah melalui Puspem akan membuahkan hasil manis bagi ekonomi kerakyatan.
Dalam jangka panjang, pergerakan ribuan ASN dan masyarakat ke wilayah Tarakan Utara akan menghidupkan sektor konsumsi dan jasa, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
”Artinya, kalau sudah lembaga DPRD menyetujui, berarti kita harus sepakat untuk keputusan itu (pembangunan Puspem),” pungkas Simon.(*/mt)











Discussion about this post