TARAKAN, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Kota Tarakan, Asrin Saleh, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Masjid Baiturrohim, Tanjung Pasir RT 19, Kelurahan Mamburungan, pada Rabu (26/8/26).
Acara yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Pribadi yang Lebih Baik” tersebut menghadirkan Ustadz Ahmad Siddiq sebagai penceramah serta diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
Peringatan ini berlangsung semarak dengan kehadiran warga dari lima RT di wilayah Tanjung Pasir, yakni RT 17, 18, 19, 20, dan 21.
Asrin Saleh menyampaikan kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan untuk mempererat silaturahmi warga pesisir.
“Peringatan ini dilaksanakan setiap tahun di Masjid Baiturrohim. Tentu harapan kami ke depan, kegiatan ini dapat memperkuat kerukunan beragama, khususnya umat Islam, serta menyatukan dan memberikan kekompakan bagi warga masyarakat di wilayah pesisir ini,” ujar Asrin.
Selain sebagai ajang silaturahmi, Asrin Saleh memanfaatkan momentum peringatan Maulid Nabi ini untuk menegaskan komitmennya dalam menangani isu sosial di tengah masyarakat, khususnya terkait maraknya isu LGBT di Tanjung Pasir.
“Tentu dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, kami berpesan kepada warga masyarakat terkait apa yang menjadi keinginan dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin. Tentu itu yang kami sampaikan nanti mengenai penanganan dan pencegahan masalah LGBT yang marak di wilayah Tanjung Pasir ini,” tegasnya.
Politisi Golkar itu menambahkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat krusial dalam membentengi lingkungan dari dampak negatif isu tersebut.
“Ini menjadi masukan kami terhadap tokoh masyarakat maupun tokoh agama yang nanti berkumpul. Kami sampaikan bagaimana ke depan kita segera melakukan penanganan dan pencegahan untuk masalah LGBT ini. Ini momentum yang tepat untuk disampaikan,” tambah Anggota DPRD Kota Tarakan dari Dapil II Tarakan Timur.
Melihat tingginya partisipasi warga yang datang membawa bermacam bingkisan khas Maulid seperti telur hias, Asrin mengapresiasi semangat gotong royong dan kebudayaan yang masih terjaga erat.
“Saya melihat antusias warga sangat luar biasa. Perayaan ini sudah menjadi tradisi kita setiap tahun, di mana warga diimbau membawa berbagai bingkisan seperti telur dan tradisi lainnya. Insya Allah melalui momentum nilai keteladanan Nabi dan kebersamaan ini, persoalan sosial di lingkungan kita bisa teratasi bersama,” pungkasnya.(**)












Discussion about this post