TARAKAN, Fokusborneo.com – Langkah manuver menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mulai ditabuh Partai NasDem di Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam konsolidasi partai yang berlangsung hangat di Hotel Tarakan Plaza pada Jumat (28/8/2026), Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Dr. H. Saan Mustopa, M.Si., melecut semangat ratusan kader yang hadir dengan satu pesan krusial mengamankan fraksi mandiri di seluruh tingkatan DPRD.
Pesan tersebut bukan sekadar retorika politik biasa. Saan secara gamblang membedah anatomi kekuatan NasDem di Kaltara saat ini. Meski perolehan kursi di tingkat provinsi dan daerah masih terjaga, posisi sebagai fraksi gabungan dinilai menyimpan keterbatasan ruang gerak yang cukup besar bagi perjuangan partai.
Menurutnya, ketersediaan fraksi penuh di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota bukan cuma soal gengsi politik, melainkan syarat mutlak agar ekosistem perjuangan partai bisa berjalan secara efisien dan independen.
Salah satu penekanan paling tajam dari Saan Mustopa terletak pada independensi penentuan arah kebijakan.
Menurutnya, berada dalam fraksi gabungan kerap memaksa sebuah partai melakoni proses negosiasi yang panjang dan melelahkan hanya untuk menentukan satu sikap politik.
“Kalau kita punya fraksi sendiri, NasDem bisa langsung mengambil keputusan penuh. Kita menentukan arah dan langkah politik secara mandiri tanpa harus menunggu atau tergantung pada dinamika partai lain,” ujar Saan di hadapan jajaran pengurus DPW dan DPD se-Kaltara.
Kemandirian ini dianggap sangat krusial mengingat dinamika pembangunan di Bumi Benuanta yang bergerak cepat. Mulai dari percepatan proyek strategis, pengawasan anggaran publik, hingga pengawalan aspirasi masyarakat di tingkat tapak membutuhkan respons politik yang cepat dan presisi hal yang sulit dicapai jika harus melewati kompromi lintas partai di dalam satu fraksi.
Untuk mempertegas garis perjuangan kader di lapangan, Saan merangkum alasan mendasar mengapa target fraksi utuh ini menjadi harga mati pada Pemilu 2029 mendatang.
Pertama menghilangkan barikade birokrasi antar-partai di parlemen lokal, sehingga setiap pandangan umum fraksi murni merepresentasikan visi dasar NasDem.
Kedua, memastikan fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan eksekutif Kaltara khususnya terkait sektor infrastruktur dan ekonomi daerah bisa dilakukan secara kritis tanpa tersendera kepentingan koalisi fraksi.
Ketiga, memperkuat posisi tawar partai dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) maupun penganggaran APBD di seluruh kabupaten/kota.
Keempat atau terakhir, membangun basis dukungan yang kokoh di tingkat lokal sebagai bahan bakar utama untuk merebut kembali 1 kursi DPR RI Dapil Kaltara yang sempat terlepas pada Pemilu 2024.
Mewujudkan target melompat dari fraksi gabungan menuju fraksi mandiri jelas bukan perkara gampang. Namun, Saan mengingatkan agar kader tidak berkecil hati menghadapi kompetisi politik yang kian ketat. Ia meminta seluruh struktur, mulai dari pengurus wilayah hingga ranting di desa-desa, untuk mengadopsi cara pandang petarung.
“Sulit itu bukan berarti mustahil. Kata sulit adalah tanda bahwa kita harus bekerja lebih keras, memiliki daya juang yang lebih kuat, dan berkorban lebih banyak dibanding sebelumnya,” tegas Saan.
Ia menutup pengarahannya dengan menginstruksikan seluruh kader agar segera memanaskan mesin partai dari sekarang, mengonsolidasikan basis massa, dan menjadikan target fraksi mandiri ini sebagai komitmen bersama demi membawa perubahan nyata bagi masyarakat Kaltara.(*/mt)












Discussion about this post