TARAKAN, Fokusborneo.com – Penyelamatan generasi muda dari bahaya laten peredaran gelap narkotika di Kota Tarakan terus diperkuat melalui peran strategis ibu-ibu rumah tangga.
Wakil Ketua DPRD Kota Tarakan, Herman Hamid, S.E., menekankan pentingnya pergerakan ibu-ibu Majelis Taklim An-Nuur di Kelurahan Selumit Pantai sebagai benteng utama dalam mencegah masuknya barang haram tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Langkah pencegahan penyalahgunaan zat adiktif berbasis komunitas keagamaan ini, disampaikan Herman Hamid saat menyerahkan bantuan sarana penunjang berupa unit speaker portable kepada jamaah majelis taklim di RT 18, Kelurahan Selumit Pantai.
Menurut politisi Demokrat itu, ibu-ibu memiliki posisi sentral di rumah tangga untuk mengawasi gerak-gerik serta perubahan perilaku anak-anak, sehingga pembekalan pemahaman dan edukasi mengenai bahaya narkotika menjadi hal yang sangat krusial.
“Ini bagian dari aspirasi warga. Kebetulan mereka ada pengasuhnya, Ustaz Imam Hambali. Jadi alhamdulillah, selain majelis membaca surat-surat dan selawat, di sela-sela itu Ustaz juga menyampaikan tentang bahaya-bahaya narkoba dan memberikan pemahaman pendidikan agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya supaya tidak terjerumus,” ujar Herman Hamid.
Ia juga mengingatkan ancaman peredaran narkotika saat ini kian mengkhawatirkan karena ragam dan modusnya yang semakin canggih.
Narkotika tidak lagi hanya dijumpai dalam bentuk padat, tetapi juga sudah marak beredar dalam bentuk cair (liquid) yang semakin sulit terdeteksi.
”Sekarang jenisnya sudah banyak dan semakin canggih. Tidak hanya berbentuk benda padat, tetapi sekarang sudah ke bentuk liquid juga. Makanya pengawasan orang tua di rumah harus semakin ditingkatkan,” tegasnya.
Selain membentengi masyarakat dari ancaman narkotika, keberadaan Majelis Taklim An-Nuur juga menjadi wadah krusial dalam merawat tali silaturahmi antartetangga.
Di tengah gempuran era modernisasi digital dan maraknya penggunaan gadget yang sering kali mengurangi interaksi langsung, keaktifan kegiatan keagamaan ini mampu menghidupkan kembali kebersamaan dan kepedulian sosial warga.
”Saya mengapresiasi kegiatan ibu-ibu selawat dan majelis taklim ini. Tentu selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, hubungan silaturahmi dengan tetangga bisa terus terjalin. Di tengah modernisasi digital yang pengaruhnya sangat luar biasa melalui gadget, kadang berkumpul dan berdiskusi dengan tetangga itu hampir hilang. Dengan aktifnya majelis taklim dan pengajian, hubungan silaturahmi sesama tetangga terus terjalin,” tambah Herman.
Bantuan unit speaker portable tersebut diserahkan untuk menjawab kebutuhan jamaah yang selama ini rutin menggelar pengajian mingguan secara berpindah-pindah dari rumah ke rumah.
Dengan adanya pengeras suara yang mudah dibawa (portable), seluruh rangkaian kegiatan syiar Islam dan pembinaan masyarakat di Selumit Pantai diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan optimal.(**)















Discussion about this post