TARAKAN, Fokusborneo.com – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terpancar nyata di Kota Tarakan melalui perhelatan Gebyar Budaya yang berlangsung meriah selama dua hari berturut-turut.
Acara yang dipusatkan di Gita Jalatama Foodcourt ini sukses memadukan atraksi seni tradisional dengan penguatan ekonomi kerakyatan, Jumat (13/2/26).
Kegiatan yang digagas komunitas warga Jawa dan Pemuda Pakuwaja ini menghadirkan penampilan memukau dari dua kelompok seni kebanggaan, Reog Menggolo Utomo dan Turonggo Muda.
Ribuan warga antusias memadati lokasi untuk menyaksikan kekayaan budaya Jawa yang tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Supa’ad Hadianto. Melalui tagline “Senantiasa Hadir”, Supa’ad menegaskan pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat.
Supa’ad Hadianto menekankan pentingnya peran UMKM dalam setiap kegiatan publik.
“Seni dan budaya adalah ruh bangsa Indonesia. Namun, keberadaan UMKM dalam setiap kegiatan masyarakat juga harus kita dorong bersama, karena sektor ini adalah penggerak ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berkembang,” tegas.
Ia juga mengajak masyarakat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh syukur, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Kesuksesan acara ini juga berkat dukungan dari berbagai mitra strategis, mulai dari jajaran pemerintahan hingga sektor swasta.
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten 1 Pemerintahan Kota Tarakan, Bapak Aliyas, S.KM, yang mewakili Walikota Tarakan.
Sederet sponsor turut menyukseskan gelaran ini, di antaranya Mitra Coffee, Honda MMT, PT Smart Finance, serta dukungan penuh dari seluruh Owner Booth yang ada di Gita Jalatama Foodcourt.
Ketua Panitia, Yuliryanto, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung kondusif meski melibatkan massa yang besar.
Ia menekankan ini merupakan kali kedua Gebyar Budaya digelar di Gita Jalatama dengan harapan menjadi agenda rutin.
”Alhamdulillah, acara ini terwujud berkat kerja keras teman-teman warga Jawa dan Pemuda Pakuwaja. Harapan kami, ini bukan hanya sekali atau dua kali saja, tapi bisa rutin digelar bersama para pelaku UMKM untuk meningkatkan putaran ekonomi di kota tercinta,” ungkap Yuliryanto.
Penutupan acara berlangsung penuh khidmat dengan doa bersama, menandai eratnya silaturahmi antarwarga jelang bulan puasa.
Dedikasi para pemain seni dan ketertiban yang dijaga Pemuda Pakuwaja menjadi kunci suksesnya pagelaran yang diharapkan menjadi pemantik kegiatan serupa yang lebih besar di masa mendatang.(*/mt)













Discussion about this post