TARAKAN – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalimantan Utara ditantang untuk menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di tengah pesatnya perubahan global. Hal ini ditegaskan oleh Anthony Hilman dari DPN APINDO saat Musprov II, yang meminta kepengurusan baru segera merumuskan langkah strategis guna menangkap peluang dari berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Anthony menjelaskan bahwa Musprov merupakan institusi pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi yang berfungsi sebagai ajang evaluasi lima tahunan. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu merumuskan langkah-langkah strategis di tengah perubahan ekonomi yang sangat cepat.
“APINDO melalui Musprov ini harus bisa menjadi lokomotif bagi dunia usaha di Kaltara untuk melihat peluang-peluang yang bisa ditingkatkan, terutama dengan adanya beberapa proyek strategis nasional di sini,” ujar Anthony Hilman, Senin (16/2/2026).
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi Anthony adalah persiapan tenaga kerja lokal. Ia mengingatkan agar APINDO berperan aktif dalam menyiapkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan investasi baru. Langkah ini penting untuk menjawab keluhan klasik mengenai ketidaksiapan penduduk lokal saat investasi besar masuk.
“APINDO bisa berperan menyiapkan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai. Jangan sampai ketika ada investasi baru, penduduk lokal dianggap tidak mampu sehingga peran tersebut justru diambil oleh orang luar,” tegasnya.
Selain itu, Anthony menyoroti posisi strategis Kaltara sebagai wilayah perbatasan yang menjadi ‘etalase’ investasi Indonesia. Ia pun mengajak pemerintah untuk terus menjaga komitmen dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui regulasi dan perizinan yang lebih profesional dan memudahkan.
Anthony juga memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga kepercayaan (trust) pengusaha lokal yang sudah ada. Menurutnya, kepuasan pengusaha lokal adalah promosi terbaik bagi investor luar.
“Promotor yang paling dipercaya oleh para investor adalah para pengusaha yang sedang berusaha di tempat itu. Kalau pengusaha lokalnya saja tidak puas dengan pemerintahnya, investor luar pasti akan berpikir dua kali untuk masuk. Karena itu, sinergi antara dunia usaha dan pemerintah yang saling membutuhkan harus terus dijaga,” pungkasnya. (**)














Discussion about this post