NUNUKAN – Komitmen Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) dalam mengawal Program Ketahanan Pangan Nasional pada Kuartal II Tahun 2026 terus ditingkatkan. Melalui jajaran Kepolisian Resor (Polres) Nunukan, personel Polsek Sebatik Barat turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan monitoring sekaligus perawatan tanaman jagung pipil di wilayah Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kamis (21/5/2026).
Aksi nyata ini dijalankan secara humanis oleh Bhabinkamtibmas Desa Liang Bunyu, Bripda Muh. Ismail, yang bahu-membahu bersama petani setempat, Bapak Ali, di lahan pertanian yang berlokasi di Jalan Binasalam RT 08, Desa Liang Bunyu.
Monitoring intensif ini menyasar lahan pertanian seluas 0,4 hektare. Lahan tersebut ditanami varietas jagung hibrida merek Hebat jenis ASA, yang merupakan stimulan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Berdasarkan hasil pengecekan berkala, pertumbuhan tanaman jagung terpantau bervariasi karena proses penanamannya yang dilakukan secara bertahap oleh petani:
Fase Pertama (Usia 77 Hari Setelah Tanam): Menunjukkan pertumbuhan yang sangat subur dengan tinggi rata-rata mencapai sekitar 200 cm, serta sebagian besar telah memunculkan bunga dan tongkol buah.
Fase Kedua (Usia 61 Hari Setelah Tanam): Memiliki tinggi rata-rata sekitar 100 cm dan kini mulai memasuki fase kemunculan bunga serta tongkol jagung.
Secara umum, komoditas pangan di wilayah perbatasan ini berkembang dengan baik. Meski demikian, petugas mencatat adanya beberapa tanaman yang sempat mengalami perlambatan pertumbuhan, menguning, dan sedikit mengering akibat terdampak musim kemarau pada bulan Maret hingga April lalu. Beruntung, intensitas hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir membantu tanaman kembali hijau dan berkembang optimal.
Selain melakukan pemantauan fisik, Bripda Muh. Ismail bersama petani juga melakukan tindakan perawatan selektif dengan mencabut tanaman jagung yang kerdil agar tidak mengganggu kualitas sisa tanaman lainnya. Petugas juga memetakan potensi kerugian akibat adanya serangan hama monyet di beberapa titik lahan.
”Kegiatan monitoring, pendampingan, dan perawatan berkala ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan Polda Kaltara. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dari masa tanam hingga panen nanti demi memastikan hasil pertanian warga lokal melimpah dan mendukung swasembada pangan nasional,” tegas Kapolsek Sebatik Barat, IPTU Erikson Ricardo Marpaung, S.H.
Melalui kehadiran aktif Polri sebagai mitra strategis petani di garda terdepan NKRI, diharapkan sinergi antara Polda Kaltara dan masyarakat perbatasan semakin kokoh, sekaligus mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani secara berkelanjutan. (**)















Discussion about this post