PUNCAK JAYA, Fokusborneo.com – Lima orang yang sebelumnya tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Kodap XXVIII/Yambi–Maewoluk menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui prosesi ikrar yang difasilitasi Satgas Yonif 613/Raja Alam di Kabupaten Puncak Jaya, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di hadapan unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan. Prosesi menjadi penanda komitmen kelima peserta untuk meninggalkan kelompok lama dan kembali menjalani kehidupan sebagai bagian dari masyarakat dalam bingkai NKRI.
Dalam prosesi tersebut, para peserta secara bergiliran membacakan ikrar kesetiaan di hadapan para tamu undangan dan unsur pemerintah.
“Dengan ini menyatakan ikrar. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian penggalan ikrar yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.
Satgas Yonif 613/Raja Alam menyebut proses tersebut merupakan hasil pendekatan teritorial dan komunikasi yang dilakukan secara bertahap melalui kegiatan patroli, pembinaan wilayah, serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur masyarakat di wilayah Distrik Mewoluk hingga Ilamburawi.
Komandan Satgas sekaligus Danyonif 613/Raja Alam, Letkol Inf Alim Sa’adi, mengatakan langkah tersebut menunjukkan ruang dialog dan pendekatan persuasif masih terbuka dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Terima kasih kepada saudaraku, lima orang ini sudah dengan ikhlas kembali ke pangkuan NKRI. Marilah kita sama-sama bergabung membangun Papua ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak agar komunikasi tetap dibangun dengan pihak lain yang masih memiliki pandangan berbeda.
“Mungkin kalau bisa berkomunikasi, masih bisa berinteraksi, marilah, ayo, kita ajak rekan-rekan yang masih, saudara kita yang masih berbeda pendapat, mari kita ajak kembali. Supaya kita sama-sama menjaga ketertiban, keamanan di daerah ini, supaya pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar,” lanjutnya.
Selain pembacaan ikrar, prosesi juga diisi penandatanganan dokumen pernyataan kesetiaan dan penyerahan bantuan berupa sarana penggalangan (sargal) kepada peserta kegiatan.
Suasana berlangsung hangat dengan interaksi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat yang hadir.
Dalam pernyataan yang disampaikan saat prosesi, para peserta turut menyatakan komitmen menjaga keamanan wilayah dan ikut mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Papua yang damai dan maju.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapan mendukung proses penyesuaian sosial dan keberlanjutan kehidupan para peserta setelah kembali menyatakan kesetiaan kepada NKRI.
“Kami menyambut baik keputusan ini, menunjukkan ruang komunikasi dan pendekatan yang mengedepankan persaudaraan masih terbuka. Pemerintah daerah siap mendampingi dan memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan bermasyarakat serta ikut bersama-sama membangun Puncak Jaya yang aman, damai, dan sejahtera,” kata Yuni.
Satgas bersama pemerintah daerah menilai pendekatan yang melibatkan unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah dan membuka ruang yang lebih luas bagi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya. (*)














Discussion about this post