TANJUNG SELOR – Warga di sekitar Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan mendadak geger pada Rabu (1/7/2026) sore. Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah kamar kontrakan yang berada di belakang dealer Yamaha sekitar pukul 16.00 WITA.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Aipda Hadi, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. Korban diketahui berinisial VJO (50), seorang pria paruh baya suku Ambon yang sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut di Pelabuhan Kayan 2 Tanjung Selor.
”Benar, jajaran Polresta Bulungan telah menerima laporan dan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat di sebuah kontrakan di Jalan Sengkawit sore tadi sekitar pukul 16.30 WITA,” ujar Aipda Hadi dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026) malam.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh rekan korban, AW (46). Sore itu, sekitar pukul 15.45 WITA, AW berniat menjenguk korban di kontrakannya sekaligus mengantarkan alat bantu pernapasan. Namun, sesampainya di lokasi, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci rapat dari dalam.
Merasa ada yang tidak beres, AW kemudian menghubungi keponakan korban, MM (32). Keduanya lalu sepakat untuk membuka paksa pintu kamar tersebut.
Begitu pintu berhasil didobrak, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Korban ditemukan dalam posisi duduk dengan kepala tertunduk ke depan hingga menyentuh lantai. Mengetahui hal tersebut, saksi langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Bulungan.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Tanjung Selor. Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit ponsel, satu buah tas selempang hitam, satu buah dompet cokelat, serta satu bungkus obat resep dokter.
Aipda Hadi mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan medis dan keterangan pihak keluarga, korban diduga kuat meninggal dunia akibat penyakit jantung yang dideritanya. Korban juga diketahui tinggal seorang diri di kontrakan tersebut dan memang sedang dalam masa penyembuhan (rawat jalan).
”Saksi dan keluarga meyakini korban meninggal akibat sakit jantung. Korban memang dalam masa penyembuhan dan tinggal sendiri di kontrakan itu,” jelas Kasi Humas.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi atau visum lebih lanjut.
Sebagai rencana tindak lanjut (RTL), pihak Polresta Bulungan memfasilitasi pembuatan Berita Acara (BA) penolakan autopsi serta Berita Acara penyerahan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
”Hingga laporan ini disampaikan, situasi di sekitar lokasi kejadian dan RSUD Tanjung Selor dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali,” tutup Aipda Hadi. (**)












Discussion about this post