TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Sebanyak 460 pohon ditanam di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati, Kabupaten Bulungan, dalam rangka HUT ke-81 TNI. Penanaman tersebut menjadi bagian dari target 2.500 pohon yang akan disebar di 10 kecamatan.
Komandan Kodim (Dandim) 0903/Bulungan Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol. mengatakan, kegiatan penanaman pohon berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 2-9 September 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi TNI terhadap kelestarian lingkungan.
“Alhamdulillah kita melakukan penanaman pohon secara serentak dalam rangka HUT ke-81 TNI. Kegiatan dilaksanakan serentak seluruh Indonesia mulai tanggal 2 sampai 9 September 2026. Salah satu bentuk nyata bahwa TNI bukan hanya melaksanakan tugas pokok pertahanan, tetapi kita juga peduli terhadap kelestarian lingkungan,” kata Dhuwi, Rabu (9/9/2026).
Sebanyak 460 pohon ditanam di Kebun Raya Bunda Hayati. Terdiri dari 60 pohon buah-buahan, 200 pohon meranti dan 200 pohon kapur.
“Di Kebun Raya Bunda Hayati kita menanam pohon sebanyak 460. Terdiri dari 60 jenis buah-buahan, kemudian 200 pohon meranti dan 200 pohon kapur. Jenis meranti dan kapur merupakan pohon endemik Kalimantan,” ujarnya.
Penanaman selanjutnya dilakukan secara bertahap melalui jajaran Koramil. Kodim 0903/Bulungan menargetkan 2.500 pohon dapat tertanam di 10 kecamatan.
“Target Kabupaten Bulungan sendiri sejumlah 2.500 pohon yang tersebar di 10 kecamatan. Di Koramil-Koramil juga sudah kita siapkan pohon-pohon tersebut,” jelas Dhuwi.
Sejumlah lokasi dipilih dengan mempertimbangkan fungsi tanaman terhadap lingkungan. Bantaran sungai dan lereng perbukitan menjadi lokasi yang disiapkan untuk penanaman berikutnya.
“Penanamannya dilakukan di tempat-tempat yang vital, seperti bantaran sungai, kemudian di lereng-lereng perbukitan. Langkah tersebut untuk mengantisipasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.
Dhuwi menyebut manfaat pohon yang ditanam lebih banyak dirasakan dalam jangka panjang. Keberadaan tanaman juga diharapkan membantu menjaga ekosistem dan menyerap karbon.
“Menanam pohon berarti menanam harapan. Hasilnya memang tidak bisa kita rasakan dalam jangka pendek, tetapi tentunya akan bermanfaat bagi generasi muda. Pelestarian lingkungan juga dapat bermanfaat untuk ekosistem, penyerapan karbon dioksida di pemukiman, kemudian mencegah adanya bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya,” tuturnya.
Kebun Raya Bunda Hayati dipilih sebagai salah satu lokasi penanaman karena kawasan tersebut dikembangkan sebagai tempat edukasi lingkungan. Beragam varietas tanaman di dalamnya dapat diperkenalkan kepada generasi muda.
“Bunda Hayati ini dikembangkan oleh Bupati Bulungan. Harapannya dengan Kebun Raya Bunda Hayati kita dapat mengedukasi generasi muda, siswa-siswa, adik-adik kita bahwa di sini ada beberapa varietas tanaman,” ujar Dhuwi.
Kawasan tersebut juga memiliki nursery yang dapat mendukung pengembangan berbagai jenis tanaman. Keberadaan kebun raya diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai kekayaan tanaman Kalimantan.
“Harapannya di sini nanti kita banyak menemukan varietas-varietas tanaman yang ada di Kalimantan, baik itu buah-buahan maupun tanaman keras,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Dhuwi turut menanam pohon kelengkeng. Tanaman buah tersebut menjadi salah satu varietas yang dapat dikembangkan di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati.
“Maknanya tidak ada secara khusus. Kelengkeng ini buah-buahan, artinya varietas-varietas buah-buahan yang mungkin nanti ke depannya dapat dimanfaatkan. Kita juga ada nursery di sini, mungkin sebagai laboratorium model terkait pohon-pohon yang akan dikembangbiakkan di Kebun Raya Bunda Hayati,” jelasnya.
Dhuwi menegaskan penanaman pohon tidak berhenti pada momentum HUT ke-81 TNI. Kegiatan serupa juga telah dilakukan saat HUT Kodam VI/Mulawarman dan akan dilanjutkan pada waktu berikutnya.
“Kegiatan akan berkelanjutan setiap tahun. Bukan hanya HUT TNI saja, kemarin pun kita pada saat HUT Kodam VI/Mulawarman juga melaksanakan hal yang serupa,” ungkapnya.
Menurut Dhuwi, keberhasilan penanaman sangat bergantung pada perawatan setelah pohon ditanam. Karena itu, tanaman yang sudah berada di lokasi tidak akan dibiarkan tanpa pemeliharaan.
“Hal paling penting adalah perawatan. Setelah menanam bukan kita tinggalkan, tetapi tetap kita rawat. Harapannya ke depan pohon-pohon ini dapat bermanfaat bagi generasi muda maupun kelestarian lingkungan, khususnya Kabupaten Bulungan,” tegas Dhuwi.
Perawatan tanaman dilakukan melalui koordinasi antara Kodim 0903/Bulungan dan Pemerintah Kabupaten Bulungan, khususnya Dinas Lingkungan Hidup. Kebutuhan pupuk dan air untuk penyiraman juga telah disiapkan.
“Kolaborasi dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Pohon-pohon tersebut juga hasil dari koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup sehingga kegiatan dapat diselenggarakan. Pupuk sudah disiapkan, kemudian aksesibilitas air untuk penyiraman juga sudah disiapkan. Harapannya pohon yang ditanam dapat dirawat,” pungkasnya.
Target 2.500 pohon di Bulungan tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman pohon serentak TNI. Secara nasional, kegiatan dalam rangka HUT ke-81 TNI ditargetkan dapat mendorong penanaman sedikitnya satu juta pohon. (hr/*)













Discussion about this post